oleh

Pasien Meninggal Positip di Kota Bekasi Apakah Disembunyikan Pemkot??

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Informasi soal meninggalnya satu pasien positip virus corona yang berprofesi seorang dokter warga Jatisampurna Kota Bekasi ada dugaan ditutup – tutupi Pemerintah Kota Bekasi.

Pasalnya data yang diterima kicaunews.com sebelum dilakukan konferensi pers Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto dan Kepala Dinas Kesehatan Tanti Rohilawati berbeda pendapatnya dengan keterangan yang dikatakan Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat konferensi persnya, Kamis (18/3/2020) di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Padahal dengan jelas informasi yang dikatakan Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto dan Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawati mengatakan di Kota Bekasi ada satu pasien positip Covid -19 yang meninggal.

” Satu dinyatakan meninggal seorang dokter warga dan 66 pasien yang dinyatakan suspect, dengan jumlah ODP 45 orang dengan rincian 25 orang selesai, orang dalam pemantauan (ODP) 20 orang dan yang Pasien dalam Pegawasan (PDP) 21sedangkan yamg positip 9 orang,” terangnya.

Sementara data yang disampaikan oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Bekasi Tri Adhianto dan Dandim 0507/Bks Kolonel Inf. Rama Pratama di kantor dinas Kesehatan Kota Bekasi pada Kamis (19/03) tidak menyebutkan sama sekali ada warganya yang meninggal akibat positip covid -19.

“Hasil semalam dari litbankes dan pak gubernur menyampaikan positif ada sembilan orang yang positif covid-19, dua dalam perawatan di rumah sakit swasta, dan lainnya mengisolasi secara mandiri namun kabar terakhir sedang di evakuasi ke Jakarta,” ujar Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Pasien yang dinyatakan positif 2 orang dirawat dan 7 orang dalam isolasi. Beredar kabar bahwa ada 2 pasien meninggal di kota Bekasi yang meninggal dunia, namun hal tersebut dibantah oleh walikota Bekasi.

Baca juga :  Kegiatan KRYD Lautan Biru Dengan Berikan Himbauan 3M Dalam Rangka Peningkatan Disiplin Dan Penegakan Protokol Kesehatan Di Wilayah Hukum Polsek Lembang

RSUD Kota Bekasi kini menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19 atau Corona. Pemkot Bekasi juga akan mensiagakan dokter spesialis paru untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

“Kebetulan rumah sakit umum kita atas keputusan menteri ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan dan saya juga minta kepada kepala dinas kesehatan untuk membuat surat perintah kepada enam rumah sakit swasta tipe B yang kemarin saya sidak mempunya empat ruang isolasi yang refresentatif untuk membantu RSUD kota Bekasi,” pungkasnya.

Anggaran pun sudah disiapkan pemerintah kota Bekasi jika suatu saat keadaan menjadi meningkat atau tidak kondusif. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru