oleh

Prof DR H Dailami Firdaus : Selain Virus Corona DBD Juga Mulai Merebak

Jakarta, Kicaunews.com – Ditengah ramainya kasus wabah Corona, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga mulai merebak. Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI sejak awal Januari hingga awal Maret 2020, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia telah mencapai 17.820 kasus, dari jumlah tersebut kurang lebih 90 jiwa meninggal dan mungkin akan terus meningkat dikarenakan saat ini musim penghujan.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ervan Purwanto, Sekretaris Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia. Pagi ini (14/3) di Jakarta Selatan.

“Kamj berharap pemerintah juga fokus akan kasus demam berdarah dengue (DBD) jangan sampai lengah, walaupun saat ini pemerintah juga harus berkonsentrasi penanggulangan Corona, dimana kasusnya terus bertambah” ujar Ervan panggilan akrabnya.

Selain itu, Ervan juga meminta pemerintah agar menjamin kepastian tersedianya ruang rawat atau kamar ranap bagi pasien DBD juga, jangan sampai ada pasien yang tidak mendapat pelayanan yang kurang layak karena tidak penuhnya ruang rawat IGD dan kamar rawat inap (ranap).

“kami masih sering mendapatkan aduan seperti itu dan melihatnya secara langsung, warga sering tidak mendapat pelayanan yang layak ketika IGD stag” ungkap Ervan

Sementara itu Prof Dailami Firdaus, ketua dewan pembina Rekan Indonesia menyampaikan bahwa dirinya sangat berharap agar konsentrasi dan fokus pemerintah baik pusat maupun daerah tidak hanya pada Corona saja, karena ketika DBD meledak atau meningkat ditengah corona merebak justru akan memperparah kondisi saat ini, dikarenakan ketika seseorang terserang DBD kondisi badan si pasien sedang dalam kondisi yang lemah dan rentan bisa saja tertularnya si pasien oleh virus Corona.

Oleh karena itu untuk mengendalikan dan mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, serta agar masyarakat tidak panik, Dailami Firdaus menyarankan kepada pemerintah baik pusat atau pun daerah untuk mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat.

Baca juga :  Anggota Polsek Lelea Temukan 10 Pelanggar Protokol Dalam Giat Ops Yustisi

Menurut Dailami Firdaus, belajar dari kasus-kasus mewabahnya penyakit, dirinya mengusulkan apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah, yaitu :

Pertama, Pemerintah harus segera memberikan jaminan kepastian keamanan dari berbagai endemik yang menyebabkan penyakit kepada warga.

Kedua, Pemerintah harus meningkatkan upaya preventif dan promotif kesehatan sebagai pembangunan ketahanan dan kedaulatan kesehatan warga.

Ketiga, Pemerintah sudah saatnya memfokuskan pembangunan partisipasi aktif warga dalam upaya preventif dan promotif kesehatan. Sehingga warga dapat menjadi tulang punggung ketahanan dan kedaulatan kesehatan Indonesia. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru