oleh

Pedagang Pasar Bantargebang Dukung Relokasi Tapi Tolak Harga Kios Mahal

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Pedagang Pasar Bantargebang sepakat soal rencana relokasi pedagang masuk ke dalam pasar namun tetap tolak soal harga kios yang dinilai memberatkan para pedagang.

Para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Bantargebang (P3B) mengaku belum ada kesepakatan harga kios, los dan lapak dengan Pt.Javana sebagai pengembang proyek renovasi Pasar Bantargebang. Pedagang pasar bantargebang memang sudah selesai masa sewanya setelah 20 tahun berdagang.

Semenjak lima bulan lalu masa sewa pedagang yang berstatus Hak Guna Pakai (HGP) sudah habis. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot)Bekasi berencana merenovasi gedung Pasar Bantargebang agar lebih baik dan tertata lebih rapi.

Menurut Ketua P3B Ny.Mulia rencana relokasi pedagang Pasar Bantargebang yang akan dimulai hari Rabu pekan depan pada dasarnya semua pedagang setuju namun yang saat ini dipersoalkan para pedagang adalah terkait tingginya harga kios,los dan lapak yang dijual Pt.Javana  selaku pengembang usai rapat sosialisasi relokasi pedagang Pasar Bantargebang di Aula rapat Polrestro Bekasi Kota, Jumat (13/3/2020).

“Soal relokasi 150 pedagang yang ada di awning untuk masuk ke dalam pasar kami sepakat, tapi bukan berarti kami sepakat mengenai harga kios,los dan lapak yang diajukan Pt.Javana, karena harganya tidak
relevan dengan kondisi saat ini banyak pedagang yang kesulitan dan lesunya perekonomian,” beber Ny.Mulia prihatin.

Apalagi soal harga kios sebesar Rp.26.250.000 dan los dari Rp.14 juta sampai Rp 10 juta  permeter persegi tergantung besar kecilnya luas kios yang diajukan Pt.Javana dianggap terlalu mahal dan hampir sama dengan harga kios di Pasar Kranji Baru, Pasar Jatiasih dan Pasar Family. Padahal ke – 3 pasar tersebut kata Ny.Mulia merupakan harga dengan kondisi pasar yang baru yang gedungnya full direvitalisasi.

Baca juga :  Sapma Pemuda Pancasila DKI Jakarta Menggelar Muswil dan Pemilihan Ketua Baru

” Kami sudah lakukan survey harga di tiga pasar yang akan di revitalisasi harganya tidak jauh beda dengan harga di Pasar Bantargebang. Padahal kami kan bukan direvitalisasi tapi hanya direnovasi saja bagian – bagian yang vital saja,” terangnya.

Ny .Mulia meminta kepada Walikota Bekasi sebagai bapaknya warga Kota Bekasi untuk turun ke lapangan untuk melihat secara langsung apa yang menjadi keluhan pedagang yang saat ini tengah kesulitan dengan lesunya ekonomi yang mereka rasakan.

“Kami pada dasarnya mendukung program pemerintah dan sepakat untuk relokasi menata Pasar Bantargebang lebih rapi dan lebih baik tetapi kami minta Walikota untuk menjembatani kami agar kami rakyat kecil bisa berjualan tanpa dibebani harga kios yang terlalu mahal kalau bisa kami disubsidi Pemkot agar kami bisa berdagang untuk menafkahi keluarga  kami,” kata Ny Mulia berharap.

Untuk itu  P3B meminta kepada Pt.Javana selaku pengembang sama -sama memahami apa yang menjadi pertimbangan pedagang P3B yang mayoritas pedagang dengan modal kecil untuk sama -sama memberikan kesempatan kepada rakyat kecil untuk berusaha membangun perekonomian, kata Juanda,SH selaku pengacara yang mewakili P3B.

“Kami minta harga bisa diturunkan 50 persen dari harga yang ditawarkan pengembang. Selama ini kami tidak dilibatkan dalam pembahasan harga kios. Tapi jika pihak Pt.Javana tetap memaksakan harga itu kami akan menempuh jalur hukum,” tegas Juanda. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru