oleh

Soal COVID-19 dan kelangkaan sabun cuci tangan, Mahasiswa dan Dosen Farmasi Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal Ciptakan Hand Sanitizer

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Ditengah kekhawatiran akan penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Indonesia yang telah dinyatakan sekitar 19 orang positif terinfeksi tentunya membuat masyarakat menjadi panik dan gelisah.

Tentunya, Banyak masyarakat berburu kebutuhan pokok untuk terhindar dari COVID-19 salah satunya adalah pembersih tangan baik sabun maupun hand sanitizer yang akhir-akhir ini menjadi buruan dan barang langka. 

Dari situasi yang membuat khawatir masyarakat tentang penyebaran COVID-19 serta sulitnya masyarakat menemukan Hand Sanitizer, Himpunan Mahasiwa Farmasi Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (HIMAFAR ISTA) yang bekerjasama dengan Dosen Farmasi ISTA berhasil menciptakan Hand Sanitizer sebagai alternatif yang sudah di ujicoba di laboratorium ISTA dan bisa digunakan sebagai pembersih tangan agar terhindar dari virus dan bakteri. 

Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor ISTA No. 051/SK/R/ISTA/III/2020 tentang Corona Virus Disease, Hand Sanitizer yang diberi label ISTAIZER sudah bisa untuk diedarkan di area kampus ISTA sebagai antisipasi pencegahan virus dan bakteri yang menempel di tangan.

Hand Sanitizer sebagai alternatif yang sudah di ujicoba di laboratorium ISTA

Saat dikonfirmasi tim redaksi Media Kicau Group, Ketua Program Studi Farmasi ISTA Drs. Muhammad Sadikin, M.Farm., Apt menjelaskan bahwa ISTAIZER adalah Hand Sanitizer buatan Himpunan Mahasiswa Farmasi dan dosen Farmasi ISTA sebagai cairan antiseptik tangan sebagai upaya membantu masyarakat terhindar dari virus corona-19.

Lebih Jauh dikatakan Sadikin, dengan  formulasi references WHO merupakan antiseptik yang mempunyai kekuatan kombinasi Etanol 70% dan H2O2 yang tidak menyebabkan kulit menjadi iritasi karena mengandung pelembab dan keharuman yang nyaman dan bahan-bahan yang terkandung dalam proses pembuatan ISTAIZER sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO.

Dengan dibuatnya Hand Sanitizer ini, Lanjut Sadikin mengutarakan, diharapkan bisa menjadi alternatif produk kebersihan yang sekarang menjadi langka dan dapat diterima oleh masyarakat nantinya.

Senada dengan Sadikin, kepala inkubator bisnis ISTA Agus Holid, S.T menambahkan, bahwa produk ini adalah suatu terobosan kami untuk membantu dan memberikan solusi untuk masyarakat.

“Terciptanya Produk ini adalah sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mudah-mudahan dapat dijadikan suatu obat dari kegelisahan masyarakat,” Jelas Agus.

Tidak hanya itu, agar produk ini bisa di gunakan masyarakat luas, Agus bersama Timnya akan segera mengajukan ke BPOM dan Instasi terkait.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru