oleh

Predator Pencabulan Anak di Bawah Umur Diduga Belum Masuk Penjara

Indramayu, Kicaunews.com – Pentingnya meningkatkan kewaspadaan orang tua terhadap anaknya, akan menjadikan sang anak lebih aman dilingkungannya, namun sebaliknya jika orang tua lengah, maka sang anak akan menjadi incaran bagi para pelaku kejahatan.

Salah satu kasus yang sering terjadi adalah, Kejahatan pencabulan yang merupakan bagian dari kejahatan terhadap kesusilaan. Dimana perbuatan cabul tersebut tidak saja terjadi pada orang dewasa tetapi juga terjadi pada anak dibawah umur. Baik secara langsung ataupun tidak langsung anak-anak yang menjadi korban kejahatan pencabulan akan mengalami berbagai gangguan terhadap dirinya baik itu fisik maupun non-fisik yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut

Seperti yang dialami oleh salah satu ibu rumah tangga warga Desa Mekarsari, Kec. Tukdana, Kab. Indramayu ini, diduga anaknya menjadi korban pencabulan, NT ibu korban mengatakan bahwa kejadian itu terungkap ketika sang anak sebut saja namanya Bunga, hendak buang air kecil, namun saat itu pada bagian sensitif merasa kesakitan. Melihat kondisi seperti itu, NT pun memanggil Madi mantri dinas kesehatan setempat, untuk memeriksa kondisi Bunga.

Dari hasil pemeriksaan Madi, pada tanggal 25/12/2019 bahwa anak tersebut mengalami lecet dan memerah serta berlubang besar tidak seperti biasanya pada anak kecil umumnya.

Usai dilakukan pemeriksaan, Madi pun menyarankan agar secepatnya dilakukan visum kedokter ahlinya. Berdasarkan saran dari Madi, NT yang didampingi oleh pamannya langsung mendatangi Polres Indramayu, untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya.

Saat di Polres, NT selaku ibu korban menceritakan kejadian itu, ia mengatakan berdasarkan pengakuan anaknya, saat itu Bunga sedang bermain sendiri dirumah dan mengatakan alat kelaminnya yang sakit yang diduga diakibatkan oleh Rakmat (Combet).

Mendengar pengakuan ibu korban, Reskrim PPA Indramayu pun dengan cepat langsung mengantar NT dan anaknya untuk divisum di RSUD Indramayu pada hari itu juga dan di antar oleh Sunarto Reskrim PPA Polres Indramayu.

Baca juga :  Mutiara Jumat Dr.Eggi Sudjana.SH.M.Si

Sunarto mengatakan, berhubung waktu tidak memungkinkan, hari itu untuk membuat laporan, maka pihaknya akan membuat laporan pada hari berikutnya.

“Dengan Dasar pengakuan anaknya yang berusia 3,5 tahun, ibunya menuntut keadilan untuk anaknya dan meminta perlindungan dari negara dan pemerintah pusat serta daerah, maka laporan kami langsung buat pada hari Kamis tanggal 26/12/2019, Pukul 13.50 wib” Ujarnya.

Dalam pelaporan NT, Reskrim Polres Indramayu menerapkan pasal yang di duga pelaku yang menyetubui anak di bawah umur (Cabul), sebagai mana yang di maksud UU RI NO.23 Th 2002 Tentang perlindungan anak.

Menindaklanjuti laporan NT, Polisi pun memanggil saksi pelapor yakni NT, KD dan RS guna dimintai keterangan pada tanggal 13 Januari 2020. Sekira dua bulan kemudian Polisi mengundang Rokani saksi lain, yang merupakan tetangga Rakmat.

Rokani memenuhi panggilan Polisi pada Tanggal 12 Februari 2020, untuk dimintai keterangan, saat dilakukan pemeriksaan, Rokani mengaku tidak tau apa-apa dan tidak mengetahui bahwa Bunga dan anaknya Rakmat sering main kerumah Rakmat.

Dari pengakuan itu, NT sangat menyayangkan, bahwa Rokani memberikan keterangan yang berbeda-beda. Sebab menurut keterangan NT, Saat ditanya di rumahnya, sebelumnya Rokani mengatakan bahwa Bunga sering main kerumah Rakmat, sebab kata Rokani, Bunga dan anaknya Rakmat berteman dan sering bermain bersama.

“Ini berkesan Rokani melindungi Rakmat, karena keterangan yang di rumah dan keterangan di Polres beda jauh kesaksiannya, entah kenapa, apakah ada unsur penekanan dari pihak keluarga Rakmat atau kenapa penyebabnya dan ini PR buat penyidik” Keluhnya.

Sementara, mantri Madi yang juga ikut dipanggil Polisi guna dimintai keterangan, mengatakan bahwa dalam kesaksiannya di Reskrim Polres Indramayu, untuk memberikan keterangan saat pertamakali dilakukan pemeriksaan, Kepada Polisi dia mengungkapkan, bahwa dalam kemaluanya Bunga pada saat berobat keadaannya merah seperti kena benda tumpul dan menyarankan untuk cepat visum.

Baca juga :  Ketua Umum APKLI: Negeri ini diujung tanduk, Revolusi Kaki Lima Selamatkan INDONESIA

Kemudian pada Tangal 13/02/2020, Polisi memanggil Rakmat yang merupakan diduga pelaku pencabulan, namun berdasarkan keterangan Jimmi selaku penyidik dari unit PPA mengatakan bahwa Rakmat tidak mengakui perbuatannya.

“Kita sedang mencari saksi lain, guna penyelidikan lebih lanjut” Paparnya

Hingga berita ini dimuat, Polisi masih mencari saksi lain untuk menguatkan pelaporan NT selaku ibu korban pencabulan. (Kajen)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru