oleh

KH Yusuf Sholeh : Renungan Tentang Kisah Dua Jenis Uang

KICAUNEWS.COM – KISAH DUA JENIS UANG : Uang Rp.1000 dan Uang Rp.100.000 sama-sama terbuat dari kertas, dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia (BI) Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari bank dan beredar di masyarakat. Beberapa bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tdk sengaja di dalam dompet seorang pemuda.

Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan. Uang Rp100.000 bertanya kpd uang Rp1000: Kenapa badan kamu begitu lusuh dan bau amis?

Uang Rp1000 menjawab:
“Karena aku begitu keluar dari bank langsung ke tangan orang2 bawahan, dari tukang becak,tukang sayur,penjual ikan dan di tangan pengemis”

Lalu Rp1000 bertanya balik pada Rp100.000:
“Kenapa kamu begitu baru, rapi dan masih bersih?”

Uang Rp100.000 menjawab:
“Karena begitu aku keluar dari bank, aku langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restaurant mahal, hotel berbintang dan di mall2, serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet”

Lalu Rp1000 bertanya lagi:
“Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?”

Dijawablah:
“Tidak pernah tuh”

Rp1000 pun berkata lagi:
“Ketahuilah, walaupun badanku seperti ini adanya( lusuh,kumel,tdk licin,bau amis) Tapi setiap Jum’at aku selalu mampir di mushola,masjid,serta di tangan fakir miskin dan anak yatim piatu dll,

Aku dipandang manusia bukan dari sebuah nilai. Tapi yg di pandang adalah sebuah manfaat. Aku slalu bersyukur kepada Allah, karena aku begitu manfaat bagi manusia meskipun aku sesuatu yang nampak tidak bernilai.

Akhirnya Menangislah Uang Rp100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi, tetapi tdk begitu bermanfaat selama ini.

Jadi..bukan seberapa besar penghasilan kita, Tapi seberapa bermanfaat penghasilan itu. Bukan sberapa Banyak Harta kita, Tapi sberapa Manfaat harta itu. Bukan sberapa tinggi jabatan kita, Tapi sberapa manfaat jabatan itu. Bukan sberapa Banyak ilmu kita, Tapi sberapa manfaat ilmu itu. Bukan sberapa banyak Usia kita, tapi sberapa manfaat usia itu.

Baca juga :  Tokoh Adat Dusun Sukajaya Gelar Kegiatan Tradisi "Nyuguh"

Apalah Artinya Jabatan yg tinggi, Kekayaan yg melimpah, kepintaran/ilmu yg banyak, usia yang panjang, Setumpuk setatus, Namun tdk banyak bermanfaat bagi keluarga,masarakat, dan manusia.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
” SE-BAIK2 KALIAN IALAH YANG PALING BERMANFAAT BAGI MANUSIA ”

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru