oleh

Politisi Senior Kaltim H. Ihwan Datu Adam Merayakan Hari Jadi Kabupaten PPU Bersama Rakyat

PASER, Kicaunews.com – Dalam acara HUT Kab PPU yang jatuh setiap tahun pada 11 maret 2020. H. Ihwan Datu Adam suami tercinta Hj Sandra Puspa Dewi, SH Ketua Majelis Taklim Al-Muhibbin ini selalu merayakannya bersama rakyat. sholat magrib dan isya berjamaah, dzikir, doa, serta mendoakan kaltim Menjadi IKN kab Paser menjadi penyangga utama,pelayanan masyarakat, hingga pentas kreativitas pemberdayaan masyarakat dan generasi milenial.

Dua moment itu seperti mengingatkan kita bahwa setinggi apapun capaian anda, tetaplah berpijak ke bumi. Meskipun anda telah mampu mencapai derajat tinggi, jangan pernah melupakan rakyat. Karena anda tumbuh dan besar bersama rakyat. Inilah value dari sebuah kerja politik.  Kata Aristoteles, tujuan politik adalah untuk mencapai kebahagian bersama dengan rakyat (Eudaimonia). Jangan hanya tiap jelang Pemilu atau Pilkada anda dekat dengan rakyat, namun selepas itu dilupakan.

Dekat bukan asal dekat, namun dekat yang hangat sekaligus juga menenangkan. Artinya, kehadiran seorang figur politisi itu mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan masyarakat. Bila rakyat Kaltim selama ini kerap hanya dijadikan “penyumbang suara dan kaltim sebagai penyumbang Devisa untuk Negara pada moment-moment Politik tahunan saja, maka intensitas dan kontinuitas DatuAdam bersama rakyat Paser dan PPU akan memberikan kesan lain pada kerja politik yang sesungguhnya.

Rakyat saat ini sudah cerdas. Teknologi informasi dan internet memungkinkan, mereka dengan mudah memantau/mengevaluasi figur politik tertentu. Mereka pun bisa menilai mana politisi yang tulus membantu, atau karena hanya kepentingan politik dukungan. Indikatornya sederhana: bila sebelum dan setelah menjabat perhatiannya berbeda, alias, berkurang, maka dipastikan kerja politiknya hanya untuk dirinya sendiri.

Datu adam termasuk politisi “pendatang baru” di jagat politik Kaltim, terlebih lagi di tingkat nasional. Memulai politik dari Partai Golkar kemudian pindah Partai Politik ke PDI-Perjuangan dan pindah ke Partai Demokrat sampai sekarang. Sebelum menjadi Wakil Bupati PPU tidak banyak orang mengenalnya.

Baca juga :  Bentuk Upaya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Forkopimda Indramayu Lakukan Pengecekan Pos Chekpoint

Orang boleh jadi lebih banyak mengenalnya sebagai pengusaha yang besar di perantauan, kemudian kembali ke PPU dan Paser. Namun, jabatan politik selama satu  periode di Pemerintan dan berturut turut menjadi Anggota DPRD dan DPRI bahkan Datu Adam kerja suksesnya konsisten mengawal IKN dan diapresiasi Presiden Jokowi dan diumumkan oleh Bapak Presiden IKN di Kab PPU-KUKAR KALTIM..

Keberhasilannya di PPU semakin membuatnya dikenal di lingkaran publik Kaltim dan Nasional. Debutnya semakin diperbincangkan setelah berhasil membukukan berbagai pencapaiannya sebagai PLT Bupati, Wakil Bupati, Anggota DPRD Provinsi Kaltim dan Anggota DPRI ini Sosok Dibalik Kemajuan. ini mencatat sosoknya yang lahir dari seorang yang dulunya “bukan siapa-siapa,” namun berhasil dipercaya rakyat memimpin selama satu  periode.

Latar belakang kehidupannya dari seorang warga biasa,Putra seorang pejuang kemerdekaan 45 kemudian tumbuh menjadi seorang pemimpin yang diperhitungkan. Hal ini karena komitmen leadershipnya yang tinggi kepada rakyat. Di tingkat elit politik Kaltim , DatuAdam termasuk politisi yang peselancar yang bebas tanpa beban. Dia besar tanpa bergantung pada patron politik atau trah tertentu.

Datu Adam tak ubahnya seperti sang maverick. Dia politisi yang lahir dan besar mengandalkan idealitas dan rasionalitas politiknya sendiri. Ditengah jagat politik Kaltim yang sudah mapan dengan setiap klan dan patronnya, dia justru punya jalan yang berbeda. Insting politiknya kuat, komitmen kerakyatannya teruji. Hadir kerap memberikan kejutan-kejutan politik baik bagi para koleganya maupun lawan politiknya.  Datuadam mampu menjaga orisinalitas cita politiknya: yaitu rakyat.

Rakyat dan Parpol

Kerja politik dalam sistem demokrasi terletak pada dua: rakyat dan partai politik. Dari kedua ini, rakyat yang paling utama. Seseorang perlu partai politik sebagai instrumen untuk mewujudkan cita kesejahteraan kepada rakyat. Sementara rakyat sendiri adalah tujuan dari tercapainya politik demokrasi. Datu Adam adalah politisi yang sangat perhatian kepada rakyat karena komitmennya yang tinggi kepada partai politik. Kedua komitmen itu (rakyat-partai) ada dalam satu tarikan nafas, cita-cita kesejahteraan.

Baca juga :  Lurah Larut Imbau Siswa SMAN 12 Kota Tangerang Tak Usah Ikut Demo

Hanya saja, tantangan politik demokrasi kita menghadapi “problem jarak” pada figur politik. Artinya, antara politisi dan partai terkesan ada jarak. Agen dan suprastruktur tidak menyatu. Konkritnya, ada partai politik yang ideal secara konsep, namun tidak termanifestasi pada figur politik. Alias citra politisinya buruk. Dia dapat kita sebut sebagai benalu demokrasi. Penyebabnya antara lain, politisi tersebut tidak memahami ideologi Partai dan tidak punya moral politik.

Dampak negatif dari kultur politik ini adalah baik figur politik, lebih lagi partai politiknya tidak akan pernah mendapatkan dukungan dari rakyat. Padahal keberadaan partai politik tujuannya mulia: untuk mengakselerasi kebaikan bersama rakyat.

“Saya kira DatuAdam adalah gambaran politisi nyata (the real politician). Dia mampu mengatasi problem jarak itu.Datu Adam mampu menjaga komitmennya kepada rakyat sambil berpegang teguh pada janjinya pada Partai Politik Demokrat Perkenankan saya kutip statement Datu Adam Saya hanya ingin membesarkan partai Demokrat Itu janji saya”.demikian terimakasih.H.Ihwan Datu Adam.SE.Kandidat Bupati Paser 2020-2024. (Red/Zaky)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru