oleh

Anggota DPD RI Fahira Idris : Wanita Pola Hidup Sehat Kunci Produktivitas dan Kreativitas

Jakarta, Kicaunews.com – Fahira Idris Senator DPD RI hadir di Balaikota Pemprov DKI Jakarta menjadi Narasumber dalam Talkshow dan Diskusi yang diadakan Pemprov DKI Jakarta kerjasama dengan Bidadari Indonesia dengan Ketua Umum Ibu Monica Army Soraya dengan Tema Wanita, Pola Hidup dan Kesehatan.

Fahira Katakan, Bagi siapapun, baik laki-laki maupun perempuan kesehatan adalah kunci segala hal. Badan dan pikiran yang saat adalah kunci produktivitas dan kreativitas.

“Bagi kita kaum perempuan terutama ibu rumah tangga, sekaligus ibu yang bekerja, ibu yang mempunyai usaha sendiri, sehat badan saja tidak cukup, tetapi juga harus sehat secara pikiran atau mental. Bahkan sebenarnya sumber kesehatan yang utama dan yang paling perlu diraih terlebih dahulu adalah kesehatan pikiran atau mental baru kemudian kesehatan badan atau jasmani”, ujar Fahira Idris dalam Diskusi di Pemprov DKI Jakarta. Kamis (27/02/2020)

Fahira menjelaskan, Saat stres maka sel-sel tubuh rusak dan daya tahan tubuh melemah dan saat itulah bebagai penyakit leluasa menggerogoti tubuh kita. Dan yang paling fatal, ketidakmampuan mengelola stres membuat banyak orang melakukan tindakan-tindakan yang fatal.

“Kesehatan mental atau pikiran dan kesehatan badan tentu sangat terkait erat dengan pola hidup kita. Kita para ibu rumah tangga rentan terserang stres bahkan depresi. Mengatur rumah tangga bukan perkara gampang, menjaga anak-anak kecil, mengatur situasi rumah tangga, butuh tak hanya kesehatan fisik yang prima, tapi juga mental yang stabil. Waktu yang terkuras karena mengurus rumah tangga membuat ibu rumah tangga mengabaikan kebutuhannya sendiri. Hal inilah yang membuat ibu rumah tangga kurang menghargai dirinya sendiri”, tegas Fahira Idris Senator DPD RI.

Fahira melanjutkan, Dalam pandangan saya kesehatan mental atau pikiran adalah sesuatu hal yang harus pertama kali diraih baru kemudian kesehatan fisik (olah raga dsb). Persoalan mengelola stres bukanlah juga pekerjaan yang mudah, walau juga sebenarnya bukan hal yang juga sulit-sulit amat.

Baca juga :  Kepedulian Terhadap Kebersihan Lingkungan, Lanud SIM Bersihkan Sampah Yang Berserakan

“Yang harus terus kita ingat adalah menjadi ibu adalah tugas yang menakjubkan. Meski demikian, tak bisa dipungkiri, pekerjaan sebagai seorang ibu berat, tak kenal ampun, baik bagi kita yang memutuskan untuk kembali bekerja atau memutuskan untuk merawat anak-anak di rumah. Bagaimanapun juga, tantangan yang harus dihadapi seorang ibu memang sangat besar. Kebanyakan orang mengira seorang ibu rumah tangga tidak melakukan apapun, selain menikmati waktu luang di rumah. Kenyataannya ibu rumah tangga bekerja sama kerasnya dengan ibu yang pergi bekerja. Kita tidak perlu mendikotomi ibu rumah tangga dan ibu yang bekerja di luar rumah karena dua-duanya sama-sama berat”, tutur Fahira Idris pada Peserta Diskusi.

Fahira katakan, Satu lagi yang harus kita kelola adalah rasa bersalah. Rasa bersalah sepertinya menjadi perasaan yang dihadapi semua ibu. Seorang ibu bekerja akan merasa bersalah saat ia meninggalkan anak-anaknya untuk pergi bekerja. Sedangkan, ibu rumah tangga akan merasa bersalah ketika dia berpikir belum berbuat yang terbaik untuk anaknya. Kenyataannya adalah, setiap ibu selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya, meski memang tak ada yang sempurna. Rasa bersalah hanya akan mendorong Anda ke dalam depresi. Percayalah, selama anak-anak Anda sehat dan bahagia, kita akan baik-baik saja. Siapa saja bisa terkena stres, baik itu IRT biasa ataupun working mom alias IRT yang juga bekerja. Kunci agar mental tetap sehat sih cuma satu, jangan banyak pikiran. Saking banyaknya pikiran, terkadang kita jadi enggak tahu mana yang memang penting dan harus diselesaikan dan mana (pikiran) yang hanya dibuat-buat saja.

“Stres itu bisa terjadi karena pikiran kita kusut atau bercabang. Coba kendalikan pikiran kita, telaah lagi apa sebenarnya yang menjadi penyebab stres. Apakah sebenarnya kita tengah memiliki masalah dengan diri sendiri, dengan orang yang berada di rumah, rekan kerja, atasan atau dengan keluarga dari suami. Biasanya itu yang jadi trigger bagi IRT untuk gampang stres. Kunci paling penting untuk menjadi waras adalah kita harus mengenal diri sendiri. Sebab, ketika kita kenal diri sendiri, kita jadi tahu bagaimana cara mencintai diri. Kita lebih bisa nendefinisikan kata ‘cukup’ untuk diri kita. Ketika kita serba cukup secara mental, kita akan lebih stabil dan kuat untuk menghadapi keluarga dan sekitarnya”, ungkap Fahira Idris yang juga Ketua Umum Bang Japar.

Baca juga :  Guna Memberikan Rasa Aman dan Nyaman, Satpol Air Polres Ciamis Giat Pengamanan di Kawasan Objek Wisata

Fahira memberikan Tips Apa yang dapat dilakukan, pertama adalah Berolahraga, kedua Pola makan sehat, ketiga Tidur yang cukup dan keempat melakukan pemeriksaan rutin Dalam hal ini bukan hanya untuk memantau kesehatan fisik kita, tetapi juga kesehatan mental. Jadi, jika Ibu merasa mengalami gangguan secara mental atau emosional, jangan ragu untuk bertemu dan berdiskusi dengan ahlinya.

Monica Army Soraya Ketum Bidadari Indonesia juga menyampaikan hal senada, bahwa Pikiran, Mental serta Fisik kita harus rutin dijaga, karena kalau tidak imbang bisa terganggu.

“Saya cerita ya bu, ada warga yang hubungi saya karena faktor Ekonomi akan lahiran anaknya, tetapi tidak mampuh untuk bersalin, sang ibu bilang (bantu saya ya bu Monica), maka bu, energi positif saya keluar dan saya sampaikan saya akan bantu orang tersebut dan bulan depan akan jadi contoh dia akan lahiran, kita tolong orang maka urusan-urusan kita akan di tolong Allah SWT”, ujar Monica Soraya dalam sambutannya.

Fahira Idris menutup diskusi dengan menyampaikan ajakan pada peserta,

“Bu, saya mau sampaikan ke Ibu-Ibu, semua kebahagiaan itu akan luruh sendirinya, saat orang yang kita tolong bilang (bu Fahira, terima kasih ya telah menolong saya), disanalah kita akan merasakan kedamaian utuh dan energi baru, makanya bu, kalau ada kelurahan akan Rumah sakit, sulit dapat kamar, tidak ada ambulance, dan persoalan lainnya, insyaAllah kami siap membantu ibu-ibu” tutup Fahira Idris dalam diskusinya. (Red/Zaky)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru