oleh

Warga Dusun Kemplung Protes Karena Bisingnya Mesin Batako Press Milik UD Andika Putra

Pangandaran-kicaunews, Bisingnya suara mesin batako press milik UD Andika Putra, membuat geram warga Kampung Kemplung RT 01/05 Desa Karang Benda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Lokasi Pabrik Batako Press “UD. Andika Putra” hanya beberapa puluh meter saja dari rumah pemukiman warga, dan bisingnya suara mesin dari Pabrik Batako Press sangat mengganggu kenyamanan dan ketenangan masyarakat setempat.

karena keluhannya tidak dihiraukan juga, akhirnya masyarakat datangi Kantor Desa Karang benda (Selasa, 20/02/2020), untuk menyampaikan keluhannya terkait ketidak nyamanan juga terganggunya oleh suara gaduh mesin batako press milik UD Andika Putra yang berada tengah pemukiman masyarakat.

Mendengar keluhan itu, pihak Desa, BPD beserta Babinsa memanggil pemilik Perusahaan Batako untuk menanyakan kebenarannya, sekaligus memusyawarahkan untuk mencari solusi yang terbaik.

Menurut pemilik pabrik, memang sebelumnya warga sekitar tidak pernah memberikan rekomendasi untuk pendirian pabrik, karena awal berdirinya pabrik memang menggunakan alat manual dan tidak bising.

Karena banyaknya pesanan, akhirnya pihak pabrik mengganti cara produksi dari manual ke penggunaan mesin prees yang lebih modern.

“Kami menggunakan mesin press ini baru 2 bulan, dan memang di kala mesin beroperasi akan menimbulkan kebisingan, karena memakai penggerak Dinamo yang cukup besar.” jelas pemilik pabrik.

Wargapun mengakui sebelumnya warga merasa nyaman, namun setelah menggunakan mesin press warga mulai merasa terganggu oleh bisingnya suara mesin tersebut.

Setelah mendengar permasalahan yang terjadi antara warga dengan pabrik, pihak Kepala Desa, PBD juga Babinsa mengambil kesimpulan dan dirembukan bersama-sama agar terjadi kesepakatan, kemupakatan antara warga dengan pemilik pabrik.

Setelah mendapat kesimpulan, akhirnya pemilik pabrik siap untuk memperbaiki pabriknya dalam memproduksi tidak membuat bising masyarakat (menggunakan alat peredam kebisingan).

Baca juga :  KKN Tematik Merajut Nusantara II, ISTA Jakarta Kembali Kirim Tim Delegasi

Pihak masyarakatpun menerima apabila pabrik menggunakan peredam, yang intinya masyarakat nyaman walaupun pabrik sedang berproduksi.

untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan terjadi dikemudian hari, pihak Desa membuat MOU antara warga dengan pihak pemilik pabrik, untuk di jadikan sebagai izin lingkungan. ***Nurzaman***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru