oleh

Rabat Beton DD Tahap III 2019 Desa Tawangsari-Arahan Diduga Salahi Aturan

Indramayu, Kicaunews.com – Pengawasan untuk pelaksanaan kontruksi fisik pekerjaan rabat beton atau infrastruktur lainnya yang bersumber dari dana desa perlu pendampingan dan pengawasan khusus yang ketat dari dinas terkait dan yang bersangkutan dikarenakan Proyek Rabat Beton dari APBDes tahun anggaran 2019 patut diwaspadai dan Diduga melanggar Undang- undang

Kegiatan pekerjaan rabat beton yang menggunakan bersumber dari Dana desa tahun anggaran 2019 tahap III dikerjakan 11 februari 2020 di RT 02 desa tawangsari kecamatan Arahan Kabupaten indramayu, diduga keras adalah Proyek Siluman, lantaran pekerjaannya DD tahap 3 tahun 2019 dengan nilai anggaran Rp 189.534.000;_ volume panjang 250m volume lebar 2,5 m seharusnya selesai diakhir bulan Desember 2019.

Tapi lain dengan desa Tawangsari baru selesai dibulan 2 tahun 2020, informasi yang di peroleh lokasi pekerjaan tersebut telah ditemukan kejanggalan dan menyalahi aturan spek Rab dengan pengurangan volume fisik rabat beton tersebut.

Bahwa pekerjaan rabat beton tersebut di ragukan mutu dan kualitas Sebab pekerjaan Rabat Beton ini harusnya dikelola oleh tim pelaksana kerja (TPK) desa Tawangsari, tapi pemdes Tawangsari memakai jasa orang lain atau pihak ketiga.

Terkait papan proyek atau papan informasi tersebut tidak tertera tulisan volume tinggi dan volume panjang tidak menjelaskan secara detail seolah-olah pemdes Tawangsari sengaja menutupi semua, dan yang menjadi acuan juga masalah batu urug/bescos terlalu tebal hingga pengurangan dari 6 cm sampai 7 cm dari normal volume tinggi 15 cm, yang dikhawatirkan seperti rabat beton sebelumnya sudah mulai pada hancur.

Dari keterangan hasil investigasi yang didapat kicaunews dilapangan, menurut keterangan warga desa Tawangsari yang tak mau disebut namanya ia menjelaskan sebelumnya saya sebagai masyarakat Tawang alhamdulilah karena jalan yang tadinya rusak sekarang bagus dicor, tapi ada kekecewaan yang saya ketahui tentang pekerjaan rabat beton seharusnya pekerja harus melibatkan warganya sendiri padahal banyak warga Tawangsari yang menganggur.

Baca juga :  Cerita Driver OJOL ketika Ngalong (Ngojek Malam Hari)

“Saya lihat tampak orang lain pekerjanya, juga masalah fisik timbunan batu kecil jangan terlalu banyak jadinya bisa mengurangi volume, jadi jangan membingungkan kita sebagai masyarakat awam, masalah volume ketebalan cor beton itu sudah jelas kesalahannya. Emang bagus sih dilihatnya memakai besi, tapi saya tidak menjamin kualitas dari cor tersebut apakah mampu bertahan lama,”Tukasnya

Sementara itu Kuwu tawangsari Castana, sudah dua kali kicaunews sambangi dikantor maupun dirumahnya tidak juga bisa ditemui, melalui via chat whatsap juga tak ada jawaban nol keterangan, soal proyek rabat beton dari dana desa yang lamban dan kelewat waktu anggaran 2019 kenapa baru dikerjakan 2020, ada apakah… sampai berita ini ditayangkan.

Ditempat terpisah Sekjen LSM inovasi kemaslahatan (IK) indramayu sodikin sambangi dikantornya saat kicaunews minta pendapat, ia menjelaskan Saya menyesalkan hasil kinerja Kuwu tawangsari.

“Sangat disayangkan sekali perlu dipertanyakan bila perlu dilaporkan jika ada benar media punya temuan kesalahan dalam kegiatan pekerjaan fisik rabat beton yang sudah menyalahi aturan, yang dananya bersumber dari APBDes tidak menutup kemungkinan kecurangan baik di fisik volume maupun dipapan informasi apalagi pekerjaan seharusnya warganya dilibatkan dalam pekerjaan tersebut, Ini dipihak ketiga kan itu sudah jelas melanggar,”katanya, Kamis (20/02/2020)

Dalam aturan yang mengatur regulasi tentang setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai oleh Negara walaupun sekecil apapun masyarakat harus dilibatkan, LSM (IK) siap mengawal. Tegasnya (JahoL)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru