oleh

Penggunaan Anggaran Dana Desa Langgongsari Cilongok Banyumas Layak di Pertanyakan

Banyumas, Kicaunews.com – Pemerintahan desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas periode yang lalu saat kepala desa di pegang Rasim anggaran Dana Desa tahun 2015 diantaranya di belikan bibit pohon Durian Bangkok di jadikan daya tarik pembuatan Agro wisata Desa Langgongsari.

Selain penggunaan Dana Desa untuk pembelian Bibit durian menurut mantan Kades Rasim anggaran Dana Desa juga diantaranya di belikan beberapa hewan ternak yang di buatkan kandang di dalam area Agro wisata langgongsari seperti di belikan hewan ternak Kerbau 3 ekor sejumlah 45 juta rupiah, Sapi perah 6 ekor, kambing, kelinci, ayam dan juga ikan.

Menurut Mantan kades Rasim Desa Langgong sari juga mendapatkan 16 ekor Sapi PO bantuan dari Kementrian Pedesaan (KEMENDES) yang di buatkan kandang juga keberadaan kandang di dalam lokasi area Agro wisata Langgongsari.

Saat awak media melihat ke lokasi area Agro wisata langgongsari Selasa (18/2/2020) ternyata hanya melihat 6 ekor, sedangkan hewan ternak yang lain seperti Kerbau, sapi PO, Kambing, Kelinci, dan Ayam tidak ada di lokasi area Agro wisata Langgongsari.

Dari keterangan salah satu pengurus hewan ternak yang berada di area Agro wisata bernama Warim bahwa hewan ternak sapi PO bantuan Kemendes sudah banyak yang di jual. Seperti ternak yang di pelihara oleh Warim juga diantaranya telah di jual.

Saat awak media mendapatkan keterangan langsung dari kades Langgongsari zen Rabu (19/2/2020) yang saat ini menjabat kepala Desa Langgongsari bahwa kades Zen selaku kepala desa telah melakukan musyawarah bersama BPD dan tokoh masyarakat Desa Langgong sari sepakat membentuk panitia lelang yang kemudian panitia lelang melaksakan menjual Kerbau sejumlah 3 ekor dengan harga 35 juta rupiah.

Baca juga :  Bulan Rabiul Awwal adalah suatu bulan yang sangat bersejarah di dalam kehidupan manusia,
Kandang ternak sapi PO di area Agro wisata Langgong sari terlihat kosong. (Foto. Dok)

Kerbau tersebut di beli satu setengah tahun yang lalu di ambilkan dari anggaran Dana Desa sejumlah 45 juta rupiah sedangkan terjual oleh panitia lelang 35 juta rupiah artinya penjualan kerbau lebih rendah 10 juta rupiah dari saat pembelian satu setengah tahun yang lalu.

Keputusan kerbau yang di beli dari Dana Desa di jual menurut Kades Zen dengan alasan keberadaan kerbau tersebut membebani keuangan Desa Langgongsari.

Sapi PO tidak berada di area Agro wisata dengan alasan di pelihara di rumah oleh pengelola hewan ternak masing masing. Dari 16 Sapi PO bantuan Kemendes menurut keterangan Kades Zen kini tinggal tersisa 7 ekor.

Hewan ternak Kambing, kelinci dan ayam yang di beli dari Dana Desa yang saat ini tidak ada lagi di kandang ternak di area agro wisata Langgongsari Kades Zen menjelaskan bahwa pengelolaan hewan ternak tersebut di bawah naungan BUMDES.

Selama enam bulan di lantiknya dirinya menjabat kepala desa Langgongsari belum pernah ada laporan resmi dari pengurus BUMDES Panggong Sari ke pemerintahan Desa Langgong Sari tentang keberadaan aset aset kekayaan Desa yang di kelola BUMDES seperti jumlah hewan ternak, jumlah pohon Durian, hasil penarikan tiket masuk ke Lokasi area agro wisata, jumlah hasil penjualan buah Durian juga tentang pendapatan hasil penjualan Susu hasil dari Sapi perah yang ada di area Agro wisata Desa Langgongsari kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Sehingga selama BUMDES berdiri belum pernah ada laporan resmi adanya PAD yang masuk ke Pemerintahan Desa Langgong sari dari pendapatan hasil adanya Agro wisata Langgong sari. (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru