oleh

Debt Colllector / Leasing Tidak Bisa Menyita Kendaraan/Rumah Secara Sepihak

Pangandaran-kicaunews. Com. Sesuai dengan maraknya pemberitahuan di Media Sosial, bahwa Mahkamah Agung pada 06 Januari 2020 telah memutuskan untuk Debt Collector dan Leasing diancam kena 3 Pasal berlapis yaitu, KUHP Pasal 368 tentang Perampasan, Pasal 365 tentang Pencurian dengan kekerasan, Pasal 378 tentang Penipuan Leasing.

Debt Collector tidak bisa menarik/mengeksekusi Kendaraan/Rumah secara sepihak.

Pihak Debt Collector atau Leasing boleh melakukan eksekusi tanpa melalui Pengadilan dengan syarat pihak Debitur mengakui adanya wanprestasi serta dengan sukarela menyerahkan Kendaraan/Rumah.

Perusahaan Kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri terlebih dahulu.

Mendengar ada informasi di Media sosial seperti ini masyarakat merasa bersyukur.

Karena menurut masyarakat, selama ini banyak Debt Collector yang seenaknya aja merampas kendaraan.

Menurut Tatang (47) salahsatu konsumen Leasing mengatakan,”kalau pihak Leasing atau Debt Collector akan menyita kendaraan dengan baik-baik, kami pun sebagai konsumen apabila memang sudah tidak sanggup lagi untuk menyicil kendaraannya, maka dengan sukarela kendaraan tersebut kami serahkan atau minta solusi bagaimana agar kami tidak terlalu rugi.” ungkapnya.

“Banyaknya konsumen yang marah, karena pihak Leasing/Debt Collektor cara menyita kendaraan nasabah dengan arogan atau gaya preman bahkan tanpa mengenal waktu dan kondisi.” pungkas Tatang. ***Nurzaman***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru