oleh

Salahsatu Tokoh SPP kabupaten Pangandaran Pertanyakan Struk Berobat Gratis Di Puskesmas

Pangandaran, Kicaunews.com – Berobat gratis di Kabupaten Pangandaran salahsatu unggulan program Pemerintah Daerah Yang di prakarsai Bupati Jeje Wiradinata.

Adanya program berobat gratis di setiap Puskesmas Kabupaten Pangandaran di sambut positif dan dapat di rasakan langsung oleh seluruh kalangan masyarakat Pangandaran.

Sesuai Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Gratis di Puskesmas, masyarakat Pangandaran yang hendak berobat ataupun di rawat inap di setiap Puskesmas Wilayah Pangandaran, cukup menggunakan KTP dan KK saja.

Hampir setiap hari Puskesmas selalu di padati oleh pasien yang hendak berobat atau yang di rawat inap, ada yang menggunakan BPJS, Jamkesmas atau hanya dengan membawa KTP dan KK.

Artinya antusias masyarakat sangat tinggi, ribuan pasien merasakan langsung manfaat pelayanan kesehatan Berobat Gratis di Puskesmas.

Namun muncul pertanyaan dari salah satu tokoh masyarakat juga selaku Ketua Serikat Petani Pasundan (SPP) Arif Budiman, terkait program kesehatan yang di anggap tidak transparan,

Arif mempertanyakan, Pada saat kita sakit. Kalau berobat di mana pun biasa nya setelah selesai berobat kita tahu habis berapa kita betobat, baik itu berobat Pelayanan Umum, BPJS ataupun Jamkesmas biasanya suka ada struk atau rincian berapa biaya saat kita berobat ?

Arif menambahkan, saya pernah berobat di Puskesmas Parigi, pas mau pulang hanya di minta photo copy KK dan KTP saja,… gratis sih !!, walaupun ada obat yg harus saya beli di Apotek, namun saya gak pernah tahu berapa biaya berobat saya yg di gratiskan? karena haketnya bukan Gratis tapi di bayar oleh Uang Rakyat, paparnya.

Arif menanyakan, berapa biaya berobat saya di Puskesmas ? Berapa yg akan di klaim kan ke APBD nya ?

Baca juga :  Hasil Penanganan Dugaan Tindak Pemilu Sentra Gakkumdu Jaktim

Arip mengungkapkan, pertanyaan saya di atas merupakan pertanyaan sampel saja, bahkan kalau kita lihat ribuan orang masyarakat Pangandaran yang berobat di Puskesmas yang di 10 kecamatan, namun di antara mereka gak satu orangpun berapa biaya yang di tanggung oleh Pemerintah yang menghabiskan untuk berobat, ungkapnya.

Arif berharap ada jawaban pasti dari Dinas terkait, agar masyarakat Kabupaten Pangandaran mengetahuinya, pungkasnya.

Namun sangat di sayangkan hingga berita ini terbit, pihak media belum bisa mengkomfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan, karena sedang tidak ada di kantornya. ***Nurzaman***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru