oleh

Danlanud SIM Saksikan Pelepasan Liar Orangutan ke Hutan Jantho Aceh Besar

Aceh Besar, Kicaunews.com – Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S. Sos., bersama Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali, Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Sahrial, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis S.I.P., Danyonkav 11/MSC Mayor Kav Mahdan Almahirsyah SSos M.Si., beserta para pejabat terkait menyaksikan secara langsung Pelepasliaran satu individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dari penangkarannya di stadion re-introduksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Yayasan Ekosistem Lestari – Sumatera Orangutan Conservation Program (YEL-SOCP) ke Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar. Kamis (13/2/2020)

Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali mengucapkan terima kasih atas kerja keras para relawan rangers dan dokter hewan yang selama ini memantau setiap hari kondisi dan pergerakan Orangutan. “Keberadaan Orangutan disini dipantau setiap saat dan telah melahirkan 2 ekor bayi dihutan ini, itu berdasarkan informasi dari petugas stasiun. Dalam hal ini pemerintah Aceh Besar bersama masyarakat setempat berkomitmen untuk terus menjaga ekosistim yang ada dihutan Aceh Besar. Harapanya Orangutan yang telah dilepas kembali ke habitat aslinya, semoga mereka dapat berkembang biak dengan baik dan nyaman,” jelasnya.
Lanjutnya pelepasliaran tersebut bertujuan untuk membangun populasi baru dengan hidup mandiri dan dapat berkembang biak serta mampu bertahan dalam waktu yang lama yang berfungsi sebagai jaring pengaman jika ada ancaman yang dapat mengakibatkan kepunahan populasi orangutan liar tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto saat diwawancarai awak media mengatakan, orangutan tersebut berjenis kelamin betina dan diberi nama Cut Keke. Orangutan ini berasal dari penyitaan Balai KSDA Aceh di bantu mitra YOSL-OIC di kota Langsa. Cut Keke diperkirakan berusia dua tahun saat pertama kali dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi di Batu Mbeliin Sumatera Utara yang dikelola oleh YEL- SOCP di bawah pengawasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada tanggal 11 Januari 2016 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Setelah melewati proses karantina dan rehabilitasi selama hampir 3 tahun, Keke dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Orangutan YEL-SOCP di Jantho pada tanggal 14 Oktober 2019. “Sejak 28 Maret 2011 sampai saat ini orangutan yang dilepasliarkan di Jantho baik hasil peliharaan atau sitaan ada sebanyak 107 individu dan 19 individu merupakan hasil dari translokasi dan ada 2 individu bayi orangutan yang terdeteksi lahir di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho,” tuturnya.

Baca juga :  Pengurus Majelis Pimpinan Cabang ( MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab)

Danlanud SIM mengapresiasi kegiatan pelepasan Orangutan yang dilaksanakan oleh BKSDA dan Pemerintah Aceh Besar. “Hari ini, sebagai bukti hasil kerja unsur terkait yang luar biasa dengan ditunjukanya proses pelepasliaran orangutan ini, merupakan salah satu buktinyata kepedulian kita bersama terhadap satwa liar yang dilindungi. Saya berharap upaya ini bisa direplikasi bahkan dikembangkan oleh para pemangku kepentingan demi pelestarian lingkungan Hutan,” terang Danlanud.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru