oleh

Seminar KB Hadirkan Dua Narsum dari Medis dan Agama Disambut Antusias Para Bidan

Kab, Bekasi, Kicaunews.com – Seminar sehari dalam rangka pencanangan bakti Ikatan Bidan Indonesia yang diadakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melibatkan ratusan bidan sebagai peserta, Kamis (13/2/2020).

Acara seminar dengan tema Keluarga Berencana Ditinjau dari Sisi Agama Islam Menuju Keluarga yang Bahagia dan Berkualitas menghadirkan dua narasumber dari pihak medis dokter ahli kandungan  Suharwan Hadi Sudarwo dan pihak agamis Ustads Nur Anwar Amin dari Yayasan Wafiz Nur Amin Center.

Menurut Kepala DPPKB, H.Farid Setiawan mengatakan kegiatan ini mendukung upaya Pemkab Bekasi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dari segi kesehatan dan spiritualnya menuju masyarakat yang sejahtera.

“Jadi program KB bukan hanya membahas soal kontrasepsi, program pengendalian jumlah penduduk saja tapi membahas  pula bagaimana masyarakat Kab Bekasi menjadi unggul dan sejahtera lahir dan bathinnya,” terang Farid di sela – sela seminar.

Dilibatkannya para bidan dalam program Keluarga Berencana DPPKB kata Kadis Farid karena bidan merupakan ujung tombak program KB yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam gerakan ber KB.

Hal yang senada diungkapkan pula Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana, Roni Pelik Ronal Talib Rizal mengungkapkan jika seminar ini dilaksanakan setiap tahun sekali dengan melibatkan para bidan karena mereka merupakan eksekutor di lapangan untuk menggalang ajakan masyarakat untuk ikut ber KB.

“Sehingga diharapkan melalui peran serta para bidan mampu menekan angka kelahiran yang saat ini jumlah penduduk Kabupaten Bekasi sudah mencapai 3,4 juta,” beber Roni.

Setiap tahunnya para bidan diberikan target pencapaiannya jumlah akseptor atau peaerta KB dalam satu tahun sehingga program KB bisa maksimal, jelas Roni.

Baca juga :  Momentum Pergantian Tahun, Kodim 0724/Boyolali Gelar Doa Bersama

dr. Suharwan Hadi Sudarwo pun mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih fokus dalam membina rumah tangga tidak hanya sekedar memiliki anak semata tetapi mengutamakan perencanaan agar nantinya dalam berumah tangga mampu memiliki anak – anak yang terpenuhi kesejahteraanya baik spiritual, emosional dan kesehatannya.

Kadis DPpKB Farid Setiawan dan Kabid KB, Roni (Foto. Dok)

Sementara nara sumber dari tokoh agama, Ustadz Nur Anwar Amin menegaskan permasalahan ber KB bagi umat muslim sudah tidak ada perselisihan lagi.

Karena dalam Islam program KB selaras dengan anjuran sesuai agama yakni kita wajib mengatur jarak kelahiran anak sehingga kita tidak merasa berat dalam mengasuh dan merawat anak – anak, ucapnya.

“Islam tidak melarang ber KB karena tujuan ber KB adalah mengatur jarak kelahiran. Terpenting kita tidak boleh memutus keinginan kita untuk memiliki keturunan, misalnya dengan cara vasektomi itu jelas tidak boleh,” beber Ustads Nur Anwar Amin.

Cara termudah dan sering dilakukan kaum pria agar tetap bisa menjalankan hak dan kewajiban biologisnya
namun tetap aman, menurut Ustads Nur ,para suami bisa menggunakan KB jenis kondom atau sperma dikeluarkan diluar rahim.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Bekasi,  Nursiati memngaku sangat berterimakasih atas materi yang disampaikan dua nara sumber dari tokoh medis dan agamis yang sangat bermanfaat bagi para bidan.

“Kami sangat senang banyak para bidan yang antusias mendengarkan dan bertanya banyak hal yang bisa menambah wawasan dan mencerahkan,” ungkapnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru