oleh

Diduga Pihak Sekolah SMP Muhammadiyah Tidak Peduli Pada Keluarga Korban Penganiayaan

Purworejo, Kicaunews.com – Proses pelaporan atas terjadinya dugaan penganiayaan terhadap korban CA siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Butuh Ds.Tamansari  Kec. Butuh Kab. Purworejo inginkan keadilan agar para pelaku penganiayaan segera diadili.

“Kami optimistis dengan proses hukum yang berjalan, Karena intruksi gubernur untuk dipindahkan ke polres penanganannya, kami belum diberikan bukti surat pelaporan oleh penyidik Polsek Butuh,” ujar Ari Wibowo paman Korban Kepada awak media, Kamis (13/02/2020)

Kenapa kami belum diberikan bukti surat pelaporan kami, apakah betul betul transparan.

“Korban Selama satu tahun diperlakukan penganiayaan, kenapa pihak sekolah tidak bisa mengetahui hal tersebut sementara ruang lingkup sekolah tersebut hanya terbilang tidak luas,” ujar paman korban .

Sementara menurut informasi yang dihimpun team liputan, siswa di sekolah Muhammadiyah tersebut hanya sebanyak 18 orang siswa saja.

Menurut pengakuan korban, sudah satu tahun dianiaya/ kekerasan. Sementara perhatian dari pihak guru/pengajar disekolah muhamadiyah terkesan tidak baik terbukti dengan banyaknya warga masyarakat yang melihat murid-muridnya merokok disekitar lingkungan sekolah.

Pola pendidikan nya terkesan tidak baik respon guru seakan tidak mengindahkan adanya kejadian tersebut, Bahkan terdengar dari informasi bahwa kepala sekolah Muhammadiyah tersebut melontarkan ucapan yang kurang mengenakkan tentang korban yang menganggap karena korban anak yang manja atau terlalu dimanjakan oleh keluarganya.

Penganiayaan terhadap korban disebabkan seringnya dipalak atau dimintai uang,di tendangi,baju seragam nya disobek jika tidak memberikan uang. Terbukti dengan adanya memar-memar yang tampak pada bagian tubuh korban.

Sementara itu ditempat terpisah Basuki warga dari desa lainnya mengungkapkan, meski Korban bukan dari warga desanya mengharap proses hukum ini berjalan secara adil dan transparan agar bisa ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai two foxy kinerja kepolisian dengan motto Promoter.

Baca juga :  Gedung DPR RI Didatangi Puluhan Warga Tamansari Terkait Pembangunan Rumah Deret

“Dan instansi pendidikan seharusnya dalam pengawasan para pengajar serta guru jangan sampai lalai dan seakan membiarkan,”tambah Basuki.

Sementara itu Ketika dikonfirmasi oleh team liputan, Ahmad selaku kepala sekolah ke rumahnya malah mengusir dan memarahi wartawan dan seakan menutup-nutupi apa yang sudah terjadi atas korban, dan menganggap kejadian tersebut biasa dan tertuang dalam rekaman dengan nada yang kasar.

“Saya sebagai pembina salah satu pencak silat hal seperti yang dilakukan oleh murid laki-laki kami itu hal biasa karena jika ingin menjadi murid pencak silat harus seperti itu tapi jangan ke murid lainnya yang perempuan,”ujar Kepala sekolah tersebut

(Team/Vio Sari).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru