oleh

Program PKH Non PKH Kecamatan Beragam Kontroversi dan Diduga Jadi Ajang Pungli

Indramayu, Kicaunews.com – Program keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat untuk Daerah Kabupaten Indramayu menuai beragam kontroversi, dimana para penerima manfaat baik Itu PKH non PKH maupun BPNT dibantu oleh pendamping PKH Desa untuk memudahkan pengambilan kebutuhan bahan pokok namun ini malah sebaliknya simiskin dijadikan obyek pungutan liar tanpa dasar, peristiwa ini terkuak kembali ketika reporter Kicaunews menyelusuri kesejumlah masyarakat penerima Manfaat di Desa Rancahan kecamatan Gabus wetan Indramayu

Seperti yang di katakan salah satu ketua kelompok PKH Blok kaligede RT 06  Desa Rancahan Kasti dengan mimik muka yang memelas mengatakan awalnya kami punya Anggota PKH 30 anggota penerima manfaat baik program PKH ibu hamil anak sekolah berupa uang dan juga program PKH hanya beras dan telor saja cuman di bulan-bulan kemarin.

“Selain itu saat ini kami di pecah lagi jadi dua kelompok , tentu Pendamping yang menjadikan pemecahan anggota, ini artinya dugaan saya supaya pendamping banyak fee dari ketua kelompok,”terangnya

Bukan hanya itu kami di desak mengenai penerimaan beras dan telor lagi-lagi wajah sedih terlihat sekali untuk beras tidak tau berapa kilo nih sambil menunjukan karung beras berisi kurang lebih 10 kg kalau rasa berasnya bagaimana hampir sama dengan beras Raskin,  sedang untuk telor cuman 21 butir ada tambahan tempe satu seharga Rp. 4000.

“Dan juga untuk potongan penerima uang itu tak ada cuman bayar gesrek ke alat pencairan uang hanya bersifat Administrasi saja Untuk kartu ATM/KPM semuanya masih disimpan oleh Pendamping tidak tau, untuk tujuan apa pendamping memegang kartu itu, padahal setiap kartu ada No pin penerima manfaat,”katanya

Senada juga disampaikan oleh penerima manfaat yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan benar kami warga penerima program PKH di desa ini terasa tertekan sekali mau protes takut di coret dari database oleh pendamping.

Baca juga :  WAWAS, Warga Desa Arahan Lor Nikahi Istri Orang Lain

“Terus sebelum waktunya pencairan semua pemegang kartu PKH di ambil kartunya dikumpulkan oleh pendamping tidak tau untuk keperluan apa lantas kita dapat Uang tanpa memberikan struk pencarian uang dari bank itu,”ungkapnya

Di tempat terpisah Pendamping PKH Desa Rancahan kecamatan Gabuswetan Rudi Hartono membenarkan bahwa semua anggota PKH kartunya masih saya pegang belum saya kembalikan.

“Memangnya Kenapa apa gak boleh balik tanya disinggung mengenai adanya potongan uang dari penerima PKH. Dan dugaan adanya potongan itu bukan potongan hanya bersifat Administrasi saja,”Katanya. (JL)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru