oleh

Untuk Meraih Untung Besar, Pengerjaan Rehab SDN 06 Sei Rakyat Diduga Tidak Sesuai Bestek

Labuhanbatu, Kicaunews.com – Diduga mau meraih untung besar dari anggaran pemerintah yang dikucurkan untuk perehaban gedung sekolah, Kepala Sekolah SDN 06 Sei Rakyat Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu Sarifuddin Zuhri Siregar S,Ag akrab disapa SZ diduga melakukan pengerjaan perehaban ruang kelas belajar melanggar bestek.

Hal itu dikatakan warga Desa Sei Rakyat Junaidi (38) akrab disapa Edi dan Hendra (29) warga desa yang sama kepada kicauNews di kantor PAWA PATI ( Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur) beberapa hari lalu. Selain pernyataan secara lisan, Edi dan Hendra membuat pernyataan tertulis di atas materai tentang perehaban bangunan sekolah itu tidak sesuai bestek.

“Saya bertanggungjawab apa yang saya katakan. Karena itu saya berani membuat pernyataan tertulis di atas materai apa yang saya ketahui dan dapat saya pertanggungjawabkan di hadapan hukum,”kata Edi dibenarkan oleh Hendra.

Edi menjelaskan, Kepala Sekolah SD Negeri 06 Sei Rakyat Sarifuddin Zuhri Siregar S.Ag, menerima kucuran anggaran sebesar Rp 415.600.000 bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019 untuk rehab berat ruang kelas belajar sebanyak 4 ruang.

Lebih parahnya lagi, tambah Edi, pemasangan angker besi untuk balok atas sebanyak tiga ruang kelas menggunakan besi 10 mili. Padahal semestinya, di dalam pembangunan gedung sekolah, masih kata Edi, besi angker balok atas, balok bawah, dan besi angker untuk tiang menggunakan besi 12 Mili.

“Setahu saya besi angker itu menggunakan 12 mili untuk bangunan sekolah. Mengapa besi angker balok atas itu menggunakan besi 10 Mili? Saya tidak yakin seperti itu besteknya,”timpal Hendra.

Lebih jauh Edi menuturkan, pemasangan besi angker yang tidak sesuai bestek, proses pengerjaan pemasangan keramik untuk ruang kelas belajar juga dilakukan tanpa pengecoran lantai terlebih dahulu.

Baca juga :  Sosialisasi Surat Edaran Kemenag RI dan tentang bahayanya Penularan Virus Corona (Covid 19) Oleh Kapolsek Purwasari

“Keramik langsung dipasang tanpa dilakukan pengecoran lantai. Setelah ditimbun dengan tanah kuning lantai sekolah itu, keramik pun dipasang. Seharusnya kan lantai dicor terlebih dahulu,”ujar Edi.

Sebelumnya, investigasi yang dilakukan oleh wartawan beberapa waktu lalu, tentang penggunaan besi 10 Mili untuk angker balok atas pada perehaban gedung sekolah itu juga dikatakan oleh Dedi salah seorang pekerja perehaban sekolah tersebut.

“Memang iya Pak, besi 10 Mili yang dipakai untuk balok atas. Sewaktu pengawas datang, besi angker yang sudah dirakit itu disembunyikan di belakang sekolah. Ketika pengawas bangunan itu pergi, besi angker itu cepat – cepat dipasang. Pak SZ yang memerintahkan begitu,”ungkap Dedi.

Salah seorang sumber lainnya yang layak dipercaya kepada wartawan mengaku konsultan memerintahkan pekerja agar besi untuk cor balok, untuk cor tiang jangan menggunakan besi 10 mili.

Kepala Sekolah SD Negeri 06 Sei Rakyat Sarifuddin Zuhri Siregar S,Ag (SZ) dalam surat balasannya, Jumat (7/02/2020) mengakui besi angker untuk cor balok atas menggunakan besi 10 Mili. Selain itu, ia juga mengakui pemasangan keramik tanpa cor lantai terlebih dahulu.

SZ berdalih, penggunaan besi angker 10 mili itu dan pemasangan keramik tanpa pengecoran lantai telah sesuai dengan RAB/ bestek dari konsultan.

Dikonfirmasi wartawan kembali via Whatsapp Mesenger agar ia dapat menunjukkan RAB/bestek bangunan itu, SZ lagi – lagi berdalih RAB tersebut sudah diambil kembali oleh konsultan dan tidak sempat memfotocopynya.

“Aduh…mohonn maaf pak,krn sudah siap pkerjaan RAB dan LPJ nya sdh di tangan Tim PPK Disdik Mhon langsung sama mereka. S x lg maf ya pk. Sy pun blm copy krn nnt stlh dpriksa yg asli kmbli sama kami,”balas Whatsapp mesenger SZ. (Nasruddin Nst)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru