oleh

BPK RI Diminta Audit Bangunan Tangki Septik Skala Komunal di Desa Moawo Nias Utara

Nias Utara, Kicaunews.com – Sejumlah pembangunan tangki septik skala Komunal di wiayah Kabupaten Nias Utara, Prov. Sumatera Utara. Yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Dana Alokasi Khusus (DAK Afirmasi) Tahun Anggaran 2019.

Salah satunya lokasi pembangunan tersebut yang di ketahui di Desa Moawo Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara. Pembangunan ini melalui Dinas PUPR Nias Utara. Dengan anggaran Rp. 547.117.000 (Lima ratus empat puluh tujuh juta, seratus tujuh belas ribu rupiah) yang di kerjakan oleh Perusahaan CV. SECHI Abadi Mei Jaya Zai Sebagai wakil Direktur VIII. PPK An. Rahmad M. Purba. ST.

Saat awak media mencoba untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Nias Utara, namun saat dikantor Pak Bernad Nazara, awak media tidak berhasil bertemu dengan Kepala Dinas. Salah seorang staf honorer yang menerima awak media menyampaikan bahwa hal tersebut silahkan di konfirmasi kepada PPK.

Pada saat itu juga para awak media berusaha mengkonfirmasi dengan datang ke Kantor PPK. namun saat di konfirmasi Pak Rahmad M. Purba, ST. sedang  tidak berada di ruangan kerjanya lalu awak media mencoba menghubungi melalui telpon seluler (aktif tapi tidak di angkat), selain itu mencoba mengkonfirmasi melalui  Whatsapp namun sampai berita ini di turunkan beliau masih belum membalasnya.

Ditempat terpisah, kepada Kepala Desa Moawo Syaharman Tanjung saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pembangunan itu sebenarnya sudah saya ketahui bahkan Bupati Nias Utara mengharapkan saya harus ikut di dalamnya untuk mengawasi kegiatan tersebut.

“Namun setelah saya perhatikan PPK yang mengambil alih semua pengadaan bahan seperti pipa dan upah kerja, sehingga saya mundur dari pada beresiko kepada saya. Samapai sejauh ini upah kerja masih belum dibayarkan,”tutur Kades

Baca juga :  Rutin Kegiatan Pengamanan Lalulintas di Area Pendidikan

Sementara Tolo waruwu alias ama linda yang diketahui salah satu pekerja, saat bertemu dengan  awak media di Lahewa terkait pernyataan Kades membenarkan bahwa gajinya belum di bayarkan sampai berita ini diturunkan sekitar Rp.  4.000.000. Ujar Tolo waruwu

“Dan merasa heran pada pekerjaannya itu bahwa seharusnya dalam RAB atau Bestex pipa itu semua di tanam dan berikan pasir di bawah pipa baru di tutup pakai pasir, kemudian sampai saat ini tidak dapat di gunakan karena banyak pipa lebih tinggi ujung pipa pembuangan dari pada pipa awal. Dan itu arahan dari PPK saat itu supaya cepat selesai,”Tutup Tolo

Melihat kondisi itu ketua DPD LSM Gemantara Raya Kep. Nias Febeanus Zalukhu angkat bicara dan meminta kepada BPK RI wilayah Sumut untuk mengaudit pembangunan ini, karena kuat dugaan adanya penyimpangan atau unsur kerugian Negara.

“Sebab Nilai anggaran tersebut tidak sesuai dengan kondisi fisik di lapangan. Informasi dari tim yang ada dilapangan menyampaikan bahwa dari beberapa desa yang ada pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (MCK) bahwa yang menangani pengadaan belanja barang Pipa adalah PPK an. Rahmad M. Purba,”Ujar Fabeanus Zalukhu Pada reporter 86News.co, Kamis (6/02/2020)

Bukan hanya itu kita juga turut prihatin saat berkunjung ke lokasi, dia menyampaikan bahwa  di lokasi terdapat beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan Bestex atau Spek pembangunannya. Yakni sepanjang pipa ukuran 6 Inci, sebagai pembuangan ke ipal  (septik) tidak di tanam kebawah tanah, dan beberapa titik Pipa sudah tidak berfungsi akibat di kerjakan asal-asalan.

“Kemudian Pipa ukuran 6 Inci tidak sampai ke Bak penampungan kurang lebih 12 meter, sehingga terdapat ketidak nyamanan lingkungan sekitar area tersebut, karena kotoran yang melalui pipa dari rumah warga seakan akan di buang yang tidak pada tempatnya,”tandasnya

Baca juga :  Pelantikan 11 Kwaran dan 4 Saka, Pramuka Harus Menjadi Organisasi Yang Menyenangkan

Penulis : E Gea

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru