oleh

Jarwanto : Izin Pertanian di Keluarkan Dari Bupati

Semarang, Kicaunews.com – Terkait permasalahan usaha pertambangan di lapangan banyak mengalami  polemik, bahwa tidak semua pertambangan itu ijinnya dari pihaknya, seperti yang banyak terjadi bahwa kalau ada orang yang menggali gali itu bukan pertambangan.

“Tetapi mereka akan membuat sawah, kolam, tempat wisata atau mall, dimana tanahnya di kumpulkan lalu di jual, dan ijinnya lain, yaitu ijin penjualan batas waktunya pendek yaitu sampai habis atau selesai pekerjaannya. Karena kalau orang menambang tidak punya ijin berarti mereka mencuri,”terang Kepala Dinas ESDM Jarwanto, Selasa (04/02/2020) diruang kerjanya.

Kalau namanya usaja  pertambangan yang betul-betul basisnya di perijinan wilayah pertambangan, kalau ada orang yang mengambil batu, pasir di wilayah yang bukan pertambangan berarti mencuri.

“Ungkap sebagai faktanya kalau di daerah tersebut ada pertambangan tanya kamu gali-gali ada ijinnya gak,” papar Jarwanto

Karena, tidak ada ijin dua bulan. Kalau ada ijin dua bulan atau lima bulan itu lain, kita keluarkan ijin namanya ijin penjualan dan tergantung dari berapa lama penjualan itu.

Ijin pertanian tanah tidak termasuk pertambangan, ijin pertanian yang mengeluarka dari bupati.

Sedangkan Ijin tambang yang beneran di keluarkan dari ESDM yang bertanggung jawab dari dinaa ESDM.

Jadi semua sistem problem pertambangan pihaknya yang tangani. “Kalau ada pencurian tambang berarti bukan urusan kami” ujarnya.

“Sekarang ini Galian c, sudah tidak ada lagi yang ada tambang batuan dan tambang mineral logam” pungkasnya (Viosari)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru