oleh

Perayaan Imlek Tahun Tikus Logam, Umat Buddha Diminta Tingkatkan Kebaikan dan Kebajikan

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Di tahun tikus logam warga Tionghoa yang sedang merayakan Imlek dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan dan kebajikan kepada sesama manusia.

Hal ini menjadi tema  perayaan Tahun Baru Imlek dan Malam Kebajikan yang digelar Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia, Wilayah Jawa Barat di Gedung Sekolah Global Putra Mandiri, Kota Bekasi, Sabtu, (1/2/2020).

Kegiatan ini dihadiri pengurus dan umat Tridharma dari berbagai wilayah di Jawa Barat, diantaranya dari perwakilan Tasikmalaya, Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Panitia berharap kehadiran narasumber yang berkompeten dapat memberikan pencerahan.

”Kami berharap Bhante dapat memberikan gambaran prospek dan pencerahan agar di tahun ini lebih baik lagi ” ujar Ketua Majelis dr. Untung Dharmawan, Ketua Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia Jabar.

Perayaan di tahun tikus logam ini mengangkat tema “Ramalan dan Tolak Bala” disampaikan oleh pendiri Yayasan Maha Vihara Mojopahit, Bhante Viriyanadi Mahatera.

“Tahun ini jatuh pada tahun tikus logam. Tahun ini kita harus lebih banyak lagi dalam berbuat kebaikan dan kebajikan sehingga dapat mencapai Nibana atau kembali ke-asalnya sehingga tidak terlahir lagi menjadi makhluk apapun dan dimanapun,” ucap Banthe.

Ia pun menjelaskan kebaikan yang ditebar kepada manusia tidak hanya bersifat materi saja.
“Kebaikan itu tidak hanya materi tapi juga pikiran, ucapan dan tingkah laku sehingga mampu mencapai nibana” ujar Bhante.

Menurut Roni Hermawan, perayaan Imlek merupakan rangkaian tradisi atau culture yang dilakukan oleh warga Tionghoa dalam rangka pergantian tahun baru.

Tahun Imlek kata Roni adalah sebuah penanggalan dengan melihat sistem astronomi yang sudah dilakukan ratusan tahun kaum Tionghoa dan keturunannya untuk menentukan waktu mulainya  bagi para pemburu, petani dan pedagang  menjalankan aktivitas kerjanya.

Baca juga :  Tradisi 10 Muharram Team Bengkel Rogo Jiwo Salurkan  Santunan Anak Yatim

“Harapan saya di tahun tikus logam ini menjadi kebahagiaan bagi semua umat. Sejak Imlek dikukuhkan menjadi hari libur nasional, ini membuktikan bahwa suku Tionghoa yang ada di Indonesia jelas sejarahnya,” ungkap Roni Harmawan Ketua Yayasan Pancaran Tridharma.

Sementara dalam kesempatan yang sama Bodhi Giriratana SPd MM, selaku Pembimas Buddha di Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Barat mengapresiasi perayaan Imlek di Tridharma karena perayaan Imlek merupakan bagian dari tradisi dan  budaya Tionghoa yang tidak hanya dirayakan di agama Budha saja.

“Bagi mereka yang keturunan Tionghoa namun beragama selain budha merayakannya dengan  caranya masing – masing karena Imlek merupakan budaya. Terpenting di tahun ini kita makin damai dalam bingkai kebhinekaan,” tuturnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru