oleh

Mengenal Ihwan Datu Adam Dalam Perjalanan Politik

Paser, Kicaunews.com – Bakal Calon bupati Paser 2020 – 2025 menyampaikan pendapat tentang politik, ada sebagian masyarakat yang tidak peduli dengan politik, trauma terhadap politik bahkan ada yang enggan sama sekali untuk mengena bahkan untuk masuk dalam politik, begitupun saat ada nya pemilihan umum atau kepala daerah.

H. Ihwan Datu Adam adalah Mantan Bupati Wakil Bupati PPU periode 2003-2008, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Dapil Kab Paser, PPU dan Kota Balikpapan periode 2009-2014, Anggota DPRRI Fraksi PD Dapil kaltim 2014-2019 hal singkat tentang Ihwan Datu Adam dalam perjalanan politiknya.

Politik itu Mulia dan Terhormat.. tidak Kotor? Banyak yang orang beranggapan bahwa politik itu kotor, malah Sankin kotornya maka politik harus dijauhi. Dan pemahaman seperti ini ada banyak terdapat ditengah kaum muslimin termasuk para ulama dan tokoh Islam sampai saat ini.

Padahal politik itu mulia dan terhormat. Karena dengan politiklah hajat hidup publik akan diemban, dengan proses politik maka terbentuklah satu kepemimpinan dalam menentukan satu wilayah dalam proses pengembangan dan kemajuan satu wilayah karna adanya kendaraan politik.

Memang politik sangat cenderung akan jadi kotor, kalau manusia yang tidak bermartabat yang melakoninya. Kalau para maling yang berpolitik, ya jadinya begitu sehingga terjadi korupsi karna nafsu dan bukan keinginan dalam membangun satu wilayah. Dan ada nya kepentingan bersifat pribadi dalam politik.

Selama ini di imagekan, ulama/orang Sholeh gak boleh berpolitik, itu hasil cuci otak dari zaman Belanda dan diteruskan para musuh Islam sampai saat ini, dan kita semua termakan cuci otak itu. Politik sudah ada pada zaman nabi, dengan berpolitik akan terbentuklah pemimpin pemimpin muslim terbaik.

Baca juga :  Fukhis Desak Pemkab. Bekasi Tertibkan THM, Jangan Jadikan Lahan Bisnis

Ada orang Sholeh yang mulai menjangkau politik, tapi visi dan jangkauannya masih sangat terbatas, daya fikirnya juga masih lemah, jadi kedodoran saja. Tapi harus terus maju untuk keselamatan ummat dan bangsa serta negara.

Fardhu kifayah itu bukan hanya mengurus jenazah. Tapi ekonomi, adalah fardhu kifayah, politik, sosial, teknologi, pertahanan keamanan dll sangat banyak, adalah juga fardhu kifayah, yang selama ini dalam kurun yang sangat lama, diabaikan oleh ummat Islam. Karena nya jadilah ummat Islam sekarang jadi pesakitan dan jadi mangsa.

Ada tiga jalan solusi untuk keselamatan bangsa dan ummat.

1. Ekonomi nasional (ada cara baru diluar kapitalisme yang akan bangkitkan ummat dan bangsa).
2. Dakwah (Da’a ilallah) & nation charachter building.
3. Politik.

“Ketiga urusan ini harus berada di tangan ummat Islam yang dilaksanakan oleh orang mukmin (bukan sekedar muslim saja).Semua urusan berbangsa dan bernegara, sudah tercakup dalam tiga urusan itu, dunia dan akhirat”.ungkap datu adam. (Red/Zaky)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru