oleh

Perjalanan Religi 3 Hari Penuh Keberkahan, Bersama UAN dan Jamaah Umroh KBIHU Attaqwa di Madinah

Madinah, Kicaunews.com – Tiga hari perjalanan religi di Kota Suci Madinah menjadi moment berharga dan menyentuh hati Ustadz Adjie Nung (UAN) bersama rombongan jamaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Attaqwa, Babelan, Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi, dari hari Kamis – Sabtu (23-26/1/2020).

Jamaah yang mayoritas ibu – ibu ini menginjakan kakinya di tanah suci Madinah Al-Munawaroh dan menyusuri tapak tilas perjalanan perjuangan Baginda Rasulullah SAW dengan mengunjungi tempat – tempat bersejarah dan penuh keberkahan.

“Meski melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan dari Jakarta sampai ke Kota Madinah, para jamaah terlihat gembira dengan muka yang ceria. Karena untuk pertamakalinya bisa mengunjungi Kota suci Madinah yang penuh keistimewaan,” ungkap UAN.

Perjalanan hari pertama dimulai dari hotel tempat rombongan umroh beristirahat menuju Masjid Nabawi yang ternyata lokasi hotel berdekatan dengan pintu gerbang Masjid Nabawi nomor 25 tempat sholatnya bagi para jamaah muslimah.

“Yang sangat penting bagi jamaah adalah pengenalan lokasi hotel dan  lingkungan agar tidak kebingungan saat berada di Kota Madinah. Perlu diingat nomor 25 pintu gerbang saat kita memasuki area Masjid Nabawi karena saat hendak keluar maka jamaah harus melalui pintu nomor 25 lagi agar para jamaah tidak kebingungan saat mau pulang,” bebernya kepada para jamaah.

Rombongan jamaah dibimbing UAN mulai berkeliling di hari Kamis (23/1/2020) melakukan ziarah religi dengan tujuan pertama ke makam Rosulullah lalu ke Makam Abu Bakar dan Umar Bin Khottob yang sebelumnya mampir ke pemakaman Baqi.

“Menziarahi makam Nabi SAW adalah termasuk pendekatan yang paling agung kepada Allah, perbuatan baik yang paling bisa diharapkan, dan jalan yang paling tinggi derajatnya,” tutur UAN.

Menziarahi makam Nabi SAW adalah salah satu sunnah dari sunnah-sunnahnya umat Islam, telah disepakati secara ijma’ kesunnahannya dan keutamaannya sangat diinginkan. Barangsiapa meyakini selain ini, maka sungguh dia telah terlepas dari ikatan Islam, mengingkari Allah, Rasul-Nya, dan jama’ah ulama-ulama besar, lanjut Ustads yang bernama lengkap Nur Anwar Amin.

Baca juga :  Bripka Koko Himbau 3M Kewarga Binaan

Keistimewaan ziarah ke makam Rosulullah akan mendapatkan syafaatnya Nabi SAW di hari kiamat kelak, dijelaskan dalam hadistnya : “Barangsiapa menziarahi makamku, maka dia wajib mendapatkan syafaatku”. Dalam riwayat lain :
مَنْ زَارَنِى بَعْدَ مَوْتِى فَكَأَنَّمَا زَارَنِى فِى حَيَاتِى وَمَنْ مَاتَ بِأَحَدِ الْحَرَمَيْنِ بُعِثَ مِنَ الآمِنِينَ
“Barangsiapa menziarahiku setelah intiqalku, maka dia seperti menziarahiku di masa hidupku, dan barangsiapa meninggal di salah satu haramain (Mekkah dan Madinah), maka dia akan dibangkitkan dari kuburnya termasuk orang yang aman”.

Sehingga banyak para muslim menginginkan untuk bisa meninggal di tanah suci Madinah Al-Munawaroh.

Menurut UAN terdapat anjuran untuk mati di tempat mulia dan memakamkan jenazah di tempat mulia, yang memiliki keistimewaan. Seperti di tanah suci Mekah atau Madinah.

Dalam hadis dari Ibnu Umar RA, Nabi SAW bersabda :
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
“Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silahkan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah.

Malam Jumat nya UAN dan rombongan jamaah dari KBIHU Attaqwa mengunjungi Taman Syurga Raudhah untuk sholat dan berdoa. Hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri mengingat nilai pahala yang begitu tinggi kita peroleh ketika kita sholat dan berdoa di sana.

Dahulu Raudhah terletak di luar halaman Masjid Nabawi, yaitu di antara rumah Rasulullah SAW dan mihrab atau mimbar di Masjid Nabawi. Kini setelah Masjid Nabawi diperluas, lokasi Raudhah terletak di dalam masjid, dengan ukurannya yang hanya 22 x 15 meter. Lokasi itulah yang menjadi taman syurga yang tak pernah sepi oleh jamaah haji dan umroh.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tempat yang di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari)

Baca juga :  Kapolsek Pagedangan Pimpin Apel Gabungan PAM Malam Natal

Tak hanya itu, beribadah di Raudhah juga memiliki pahala yang sangat besar. Siapa saja yang salat di sana seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman syurga dan pahalanya pun berlimpah. Sebagaimana melakukan salat di masjid Nabawi yang pahalanya dilipatgandakan 1000 kali dari shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.

“Raudhah adalah taman surga yang menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Sehingga Umat Islam sangat dianjurkan untuk mengunjungi Raudhah dan berdoa di sana. Selain doa akan mudah dikabulkan, beribadah di Raudhah juga akan memberikan pahala yang melimpah,” pungkas UAN.

Selain berziarah ke tempat bersejarah, hari kedua Jumat sore(24/1/2020) rombongan diajak UAN berkeliling sekitar Masjid Nabawi dan memberitahu jika banyak masjid – masjid bersejarah lainnya yang lokasinya tak jauh dari Masjid Nabawi seperti Masjid Al Ghomamah, Masjid Ali bin Abi Tholib dan Masjid Umar bin Khottob, Masjid Abu Bakar dan Masjid Usman Bin Affan yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Nabawi yang mempesona dihiasi payung – payung otomatik yang indah berjumlah 250 payung.

Jamaah umroh lalu diajak untuk mengunjungi salah satu Masjid Al Ghomamah yang memiliki sejarah Baginda Rasulullah. Masjid Al-Ghamamah terletak di barat daya Masjid Nabawi, berjarak 500 meter dari Bab As-Salam.Lokasi ini adalah tempat terakhir Rasulullah shalat ‘Id. Dinamakan dengan Al- Ghamamah karena konon ada awan (ghamamah) yang memayungi Rasulullah dari sinar matahari saat beliau shalat.Masjid Al-Ghamamah dibangun pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz

Selanjutnya rombongan mengunjungi kebun kurma yang cukup terkenal menjadi salah satu tujuan wisata ziarah jamaah saat berada di kota Madinah, buah kurma adalah salah satu oleh-oleh favorit jamaah dari tanah suci, dan  kota Madinah dikenal memiliki banyak perkebunan kurma dan termasuk salah satu kota produsen kurma terbesar di Arab Saudi. Terutama kurma Nabi atau kurma ajwa dan kurma sukari menjadi andalan dan diburu oleh para jamaah karena kurma ini memiliki keistimewaan.
bersabda.

Baca juga :  Kapolres Sinjai Ingatkan Waspadai Modus Penipuan Pergantian Kapolda Sulsel

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”

Satu tempat lagi yang tidak boleh ditinggalkan, bahkan menjadi rute ziarah pertama adalah ke masjid yang pertama kali Nabi bangun, yaitu masjid Quba. Tepat di hari Sabtu (26/1/2020) rombongan jamaah menziarahi Masjid Quba yang memiliki istimewaan.

Masjid Quba ini, pada zaman Rasulullah setiap hari sabtu  Nabi  Muhammad SAW selalu mendatanginya untuk bersholat dengan berjalan kaki atau naik unta, karena sholat di dalamnya berpahala setara dengan pahala umroh.

Sabda Nabi SAW : “كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ، مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ
Dahulu Nabi SAW mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian Beliau SAW  shalat dua rekaat. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Dalam riiwayat lainya Nabi bersabda :
مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ صَلاَةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ
“Siapa yang bersuci di rumahnya, lalu ia mendatangi masjid Quba’, lantas ia melaksanakan shalat di dalamnya, maka pahalanya seperti pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah). (Sofie)

Simak perjalanan religi Bareng UAN dan Jamaah Umroh KBIHU Attaqwa selama 3 hari di tanah suci Kota Madinah di chanel yuotube

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru