oleh

Zero Waste sebagai Kepedulian Masyarakat terhadap Sampah di Mekarrahayu

KAB. BANDUNG, KICAUNEWS.COM — KKN Tematik UPI Citarum Harum yang berlokasi di RW 28 Desa Mekarrahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung beranggotakan 10 orang yang melaksanakan KKN sejak 7 Desember 2019.

Kegiatan yang diadakan di RW 28 yaitu Zero waste yang merupakan salah satu program Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung yang bertujuan untuk pengurangan maupun pengelolaan sampah.

Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat guna pengurangan dan pengelolaan sampah yaitu pembuatan LCO (lubang cerdas organik). LCO atau biasa dikenal dengan lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 1-2 m dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

“Dalam pembuatan LCO di RW 28 terdapat 70 bor tanah yang di sediakan Dinas Lingkungan Hidup”. Kata Tedi Fasilitator Dinas Lingkungan Hidup

Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan. 

Kegunaan dari lubang cerdas organik yaitu mengurangi sampah organik rumah tangga, menyuburkan tanah, mencegah banjir dan tentunya meningkatkan jumlah air dalam tanah.

Ketua Zero Waste, Pak Jajang K mengungkapkan “Pembuatan lubang cerdas organik di RW 28 ini sudah memenuhi target yaitu hampir 300 lubang cerdas organik bila dibandingkan dengan RW lainnya yang baru membuat sekitar 100 lubang cerdas organik”.

Kegiatan Zero Waste biasa dilakukan pada hari Sabtu-Minggu sejak dilakukan pembukaan KKN Tematik UPI Citarum Harum pada tanggal 7 Desember 2019 sampai dengan 29 Desember 2019. RW 28 merupakan percontohan dalam pembuatan LCO di Desa Mekarrahayu. 

Selain melaksanakan pembuatan Lubang Cerdas Organik atau LCO, Mahasiswa bersama kader Zero Waste Mekarrahayu melakukan sosialisasi ke beberapa tempat seperti Mesjid dan Posyandu untuk menjelaskan tentang pentingnya Zero Waste sebagai langkah awal masyarakat cinta lingkungan. 

Artikel ini diterima redaksi dan ditulis oleh Ardi Tsany Gandara, Mahasiswa Universitas Peendidikan Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru