oleh

Dinkes Sebut Warga Kota Bekasi Belum Ada yang Terkena Virus Corona

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Dinas Kesehatan Kota Bekasi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengatakan Kota Bekasi sampai saat ini belum ada informasi  warga yang terkena penyak Pneumonia Berat (Corona).

Dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dinkes Kota Bekasi menyatakan kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran  penyakit Pneumonia Berat (Corona) yang belum diketahui  etiologinya. Penyakit ini di akhir Desember 2019 terdeteksi di Wuhan Tiongkok dan menyebabkan kota tersebut akhirnya diisolasi.

Surat edaran bernomor 443/349/DINKES.GADALKIT ditujukan kepada  Direktur Rumah Sakit dan para Kepala Puskesmas se-Kota Bekasi sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran wabah yang pada 2003 dahulu menimbulkan pendemi di dunia.

“Sampai saat ini belum ada data dan informasi yang  masuk ke kami soal warga yang terkena virus Corona. Namun begitu kami tetap lakukan pantauan dan komunikasi dengan layanan kesehatan ,” jelas Dezi.

Penyakit ini terdeteksi di Wuhan Tiongkok akhir Desember 2019 yang semula 27 kasus meningkat menjadi 44 kasus. Atas kejadian ini, Kota Wuhan terisolasi dan telah dilakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak dengan kasus ini.

Bahkan pemerintah Singapura telah mengaktifkan alarm termal scanner di Bandara Changi untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus seperti di Wuhan yang memasuki Singapura.

Lebih lanjut dalam edaran ini, terdapat empat poin yang harus dilakukan RS dan Puskesmas se-Kota Kota Bekasi.

Pertama, agar seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Bekasi untuk melakukan deteksi, pencegahan dan respon dan antisipasi munculnya kasus-kasus dengan gejala Pneumonia berat dengan etiologi tidak jelas seperti  di Tiongkok yang berobat di fasyankes pemerintah dan swasta di Kota Bekasi. Baik di faskes primer maupun fasyankes rujukan

Baca juga :  KOMPETISI FUTSAL ANTAR PEMUDA MERIAHKAN ACARA PELANTIKAN PENGURUS BARU KNPI KECAMATAN BENDA TANGERANG PERIODE 2019-2022

Kedua, jika ditemukan kasus seperti fasyankes agar dilakukan tatalaksana, isolasi dan segera dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan sistem surveilans kesehatan yang berlaku di Dinkes Kota Bekasi untuk diteruskan ke Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Ditjen P2P Kemenkes.

Poin ketiga, jika ditemukan kelompok atau kluster dan kasus-kasus tersebut di wilayah kerja RS dan Puskesmas Se-Kota Bekasi agar dilakukan investigasi dan penaggulangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut dan agar tidak meluas menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Poin keempat, agar seluruh jajaran fasyankes memantau perkembangan kasus-kasus Pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya ini melalui media mainstream dan media online untuk dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

Sementara Kabag.Humas Pemkot Bekasi Sayekti Rubiyah mengatakan surat edaran ini bisa ditindaklanjuti untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Surat edaran ini ditandatangani Kadinkes Kota Bekasi dan kita harapkan bisa dilakukan oleh pada Kepala Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas di Kota Bekasi untuk melakukan antisipasi penyebaran penyakit ini,” pungkas Sajekti Rubiyah. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru