oleh

Demo Mahasiswa Tetap Tuntut Transparansi Dana Tanggap Darurat Banjir Sebesar 9 Miliar

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Tuntutan atas transparansi dana pasca banjir sebesar 9 miliar kembali disuarakan Aliansi Pemuda Peduli Banjir, Kamis (23/1/2020) di gedung DPRD Kota Bekasi.

Demo ke tiga kalinya  soal transparansi dana pasca banjir yang dikucurkan oleh APBN dan APBD Provinsi dan DPRD Kota Bekasi menurut Aliansi Pemuda Peduli Banjir patut dikawal dan layak diketahui penggunaannya oleh masyarakat Kota Bekasi

Koordinator Lapangan Zulkifli dan Jenderal Lapangan Iskandar Z. Dengan anggota mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bekasi mengaku belum puas atas jawaban anggota DPRD Kota Bekasi atas penjelasan anggaran untuk korban banjir sebesar Rp 9 miliar itu.

Hal itu terungkap saat acara pertemuan diruang aspirasi DPRD Kota Bekasi, antara tiga anggota DPRD dengan perwakilan para pendemo.

Tentang berapa sebenarnya angka nominal dana bantuan pasca peduli banjir yang dikucurkan kepada warga Kota Bekasi, dan akhirnya diakui DPRD Kota Bekasi, bahwa total seluruhnya Rp 9 milyar lebih bukan 6 miliar seperti informasi sebelumnya.

Tetapi laporan yang masuk ke DPRD Kota Bekasi sampai Kamis sore, baru Rp 6 milyar lebih. Sedangkan dana yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi yang totalnya sekitar Rp 3 milyar sampai Kamis sore (23/1/2020) belum dilaporkan kepada DPRD Kota Bekasi.

Menurut Daryanto dari Fraksi Partai Golkar Kota Bekasi, yang didampingi Sardi Effendi dan Latu Harhari dari Fraksi PKS, saat pertemuan dengan perwakilan para pendemo di ruang aspirasi DPRD Kota Bekasi mengaku dewan belum mengetahui secara rinci penggunaan dana penanggulangan banjir karena sampai saat ini status tanggap darurat bencana banjir masih berlangsung.

“Jadi pemerintah saat ini masih melakukan penanggulangan bencana banjir dan tetap berjalan terutama di 3 wilayah yang parah seperti, di Perumahan IFI, PGP dan Komplek AL jadi belum selesai makanya belum semua dilaporkan,” ucap Daryanto.

Baca juga :  Perkembangan Upaya TIM SAR Gabungan Terkait Pencarian Korban Perahu Terbalik

Transparansi anggaran tanggap darurat bencana banjir yang saat ini dituntut para mahasiswa menurutnya sangat bagus dan didukung karena bentuk dari kepedulian mahasiswa dalam mengawal amanah uang rakyat untuk dipergunakan secara baik dan benar. “Tentunya penggunaan dana tanggap darurat banjir ini harus dilaporkan Pemkot Bekasi dan akan diaudit oleh Inspektorat, BPKP, BPK setelah selesai paska bencana banjir ini,” terang Daryanto.

Seusai pertemuan dengan perwakilan DPRD Kota Bekasi Koordinator Lapangan aksi demo Zulkifli menyerahkan petisi kepada DPRD Kota Bekasi.

Pendemo mengaku tidak puas dengan penjelasan dari DPRD Kota Bekasi. Karena semua data tersebut dijelaskan secara lisan dan dibacakan melalui hand phone anggota DPRD Kota Bekasi.

“Jika DPRD menjelaskan data dana banjir seperti ini, bukan tidak mungkin kita Aliansi Pemuda Peduli Banjir, dalam waktu dekat ini akan menempuh langkah hukum, dimana salah satunya yaitu akan melaporkan kasus ini kepada Badan Pengawas Keuangan (BPK),”kata Zulkifli. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru