oleh

Dari Purbalingga Mau ke Cilacap ,di Banyumas Motor di Rampas DC

Dari Purbalingga Mau ke Cilacap ,di Banyumas Motor di Rampas DC

Banyumas, Kicaunews.com – Karena di kabari neneknya meninggal dunia seorang pemuda bernama Didi (23) yang tinggal di Purbalingga hendak ke rumah neneknya di Cilacap.

Di tengah perjalanan di area sekitaran antara depan Pengadilan Negeri Banyumas hingga Rumah sakit SIAGA MEDIKA Banyumas sepeda motor yang di kendarai Didi di hentikan oleh beberapa orang yang mengaku sebagai petugas Eksternal dan meminta uang apabila ingin kendaraanya tidak di sita.

Karena Didi hanya membawa uang 25 ribu rupiah maka uang tersebut segera di serahkan, namun kalau hanya 25 ribu orang yang mengaku sebagai petugas eksternal tidak mau dan mengarahkan agar Didi mengikuti ke kantor tempat petugas Eksternal tersebut.

Sampai di kantor petugas Eksternal Didi di panggilkan Ojek lalu Sepeda motor, STNK dan kunci di suruh di tinggal dan menyarankan agar kekurangan kredit angsuran di selesaikan hingga di beri tenggang waktu satu Minggu dari mulai motor di tinggal.

Didi kemudian menemui ibunya di desa Pucung kidul Kroya Cilacap menceritakan kejadian yang baru saja di alaminya, karena Sepeda motor tersebut atas nama ibunya Didi yang bernama Hesti.

Beberapa hari berselang Didi dan Hesti melaporkan kejadian perampasan sepeda Motor di area depan Pengadilan Negeri Banyumas ke Polsek Banyumas.

Namun oleh anggota Polsek Banyumas di sarankan laporanya ke Polsek Sokaraja karena unit Sepeda motor pelepasannya di wilayah hukum Polsek Sokaraja walaupun awalnya di Cegat di wilayah hukum Polsek Banyumas.

Karena bingung akhirnya Didi dan Hesti lapor ke UNIT RESKRIM POLRES Banyumas di Purwokerto .

Di Polres Purwokerto Didi dan Hesti oleh anggota Polres agar menemui ke Kantor yang menjadi tempat eksternal (DC) tempat keberadaan sepeda motor tersebut.

Baca juga :  Bupati Indramayu Lantik Kepala Desa Wanguk

Didi dan Hesti justru bingung karena dia merasa ada kekurangan uang setoran dengan WOM, akhirnya Didi dan Hesti ke Kantor WOM di Berkoh Purwokerto walaupun sebenarnya di meminjam uang dengan jaminan BPKB nya di WOM Cilacap.

Sepeda motor yang di rampas di jalan oleh eksternal kurang pelunasan dua angsuran yang satu angsurannya empat ratus lima puluh ribu rupiah jadi bila telat dua angsuran adalah sembilan ratus ribu rupiah dan juga harus membayar biaya pengambilan unit oleh eksternal (DC) Satu juta seratus ribu rupiah serta Denda dua juta tujuh ratus ribu rupiah.

Kepala bagian internal WOM Damanik menjelaskan bahwa memang WOM telah bekerja sama dengan Eksternal apabila sudah tidak di tangani oleh internal. Karena tidak ada titik temu akhirnya Didi dan Hesti kembali ke Polres Banyumas.

Didi dan Hesti di Polres di temukan dengan Pimpinan Eksternal di ruang reskrim Banyumas dan apabila motor akan di ambil Didi dan Hesti harus membayar biaya pencabutan Unit sebesar Satu juta seratus ribu rupiah, dan setelah itu eksternal akan membantu meringankan Denda angsuran yang dua juta tujuh ratus ribu rupiah menjadi enam ratus ribu rupiah. Namun dua angsuran sejumlah sembilan ratus ribu rupiah harus juga di bayar.

Lalu Didi dan Hesti ke kantor WOM untuk menunggu unit sepeda motor dan membayar Satu juta seratus ribu rupiah lalu motor di serahkan dari eksternal ke Didi dan Hesti di depan kantor WOM Berkoh Purwokerto (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru