oleh

Wafizs Center dan UAN Salurkan Donasi ke Janda Miskin yang Alami Diabetes dan Stroke Selama 8 Tahun

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Ustadz Adjie Nung (UAN) yang nama lengkapnya Nur Anwar Amin merupakan Pimpinan Yayasan Wafizs Al-Amin Center menyalurkan donasi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian atas nasib nenek janda yang hidup miskin dan penderita diabetes dan stroke yang sudah bertahun tahun tak tersentuh bantuan layanan kesehatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Selama 8 tahun Nenek Sri Wahyuni (70) warga Rt 005/001, Kampung Pangkalan Bambu, Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, menderita stroke tanpa pengobatan yang memadai.

Kedatangan UAN di kediamannya, Senin (20/1/2020) menyalurkan donasi dari para donatur berupa beras, mie instan, baju bekas layak pakai dan sejumlah uang santunan dari Yayasan Wafizs Al-Amin Center.

“Kondisinya sangat memprihatinkan dengan lingkungan rumah yang tak sehat, Nenek Sri harus diberikan perhatian dan uluran tangan dari para dermawan dan Pemkot Bekasi,” ungkap UAN.

Hidup miskin dengan kondisi tempat tinggal yang kumuh dan tak layak membuat nenek Sri Wahyuni tak berdaya dan pasrah. Dirinya mengaku kesulitan secara ekonomi apalagi paska banjir awal tahun 2020 lalu, gubuk reyotnya makin berantakan tak terurus.

“Donasi yang kami berikan semoga menjadi penyejuk hati dan meringankan beban Nenek Sri yang sedang lemas karena sakit,” ujar UAN sedih.

Hampir semua warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi yang melintasi pemukiman di Rt005/001 mengalami banjir setinggi dada orang dewasa dan menghanyutkan perabotan rumah tangga mereka tak kecuali dengan rumah Nenek Sri Wahyuni alias Mama Ipin.

Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sangat diharapkan Nenek Sri Wahyuni, mengingat selama ini jaminan kesehatan untuk mengobati sakit stroke belum pernah dirasakan, jelas Aripin atau Ipin anak laki – laki Nenek Sri Wahyuni yang selama ini merawat ibunya.

Baca juga :  Lewat Patroli Rutin, Kapolsek Majalaya Berikan Jaminan Rasa Aman Kepada Masyarakat

“Berobat semampu saya saja kalau ada uang. Karena ga mampu beli obat, buat makan saja seadanya dari hasil anak jadi tukang parkir,” kata Nenek Sri Wahyuni sedih.

Menjalani kehidupan yang sangat memprihatinkan bagi Sri Wahyuni sudah dijalaninya sejak tahun 1992 dan untungnya satu anak laki – lakinya yang bernama Ipin menemaninya.

Menurut Ipin anak ke tiga Sri Wahyuni, Ia setiap hari bekerja serabutan di jalanan menjadi Tukang Parkir guna menopang hidup dirinya dengan ibunya yang makin renta.

UAN pun mengaku iba melihat kondisi rumah tinggal Nenek Sri yang sangat memprihatinkan yang berlantai tanah dan kumuh dengan sanitasi yang tidak sehat yang bisa mengundang penyakit.

Saat diwawancarai Nenek Sri Wahyuni berharap kiranya Pemerintah bisa membantu dari segi pangan, perbaikan gubuknya maupun pengobatan kesehatan.

“Terima kasih atas bantuan para dermawan yang peduli dengan saya. Semoga Allah memberikan balasan dan keberkahan,” ucapnya terharu.

Kunjungan UAN  ke rumah Nenek Sri Wahyuni bisa disaksikan kisahnya di Yuotube  https://youtu.be/rVefcVN5u9I (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru