oleh

Kecamatan Tukdana Jawab Viralnya Pembuatan E-KTP Difacebook

Indramayu, Kicaunews.com – Kecamatan Tukdana konfirmasi terkait pembuatan e-KTP yang di diduga biayahnya mencapai Rp. 300.000 bahkan telah viral di media Facebook oleh salah satu pengguna akun. Senin (20/01/2020).

Darto, S. Ip yang mewakili pihak Kecamatan Tukdana, bahwa postingan di Medsos Facebook semua itu tidaklah benar, karena yang mengurus proses pembuatan e-KTP bukanlah orang kecamatan atau karyawan honorer, bahkan meminta uang Rp. 300.000 pun tidak tahu menahu, mungkin oknum perangkat desa yang ingin membantu proses pembuatan e-KTP tersebut.

“Padahal pembuatan e-KTP tidak dipungut biaya sepeserpun dan dari pihak kecamatan meminta maaf ada keterlibatan dalam pembuatannya, karena saat ini blangko e-KTP tidak ada cuma 10 blangko perbulannya,”terangnya

Menurut keterangan JPN perangkat Desa yang tidak mau di sebutkan nama desanya karena alasan privasi tidak mau jadi masalah, semua ini hanya salah paham saja arti pembicaraan dalam penyampaian terhadap saudara HDN tidak terurai dengan jelas, padahal penyampaiannya kalau membuat e-KTP harus minta surat pengantar dari Kecamatan dan langsung ke Disdukcapil karena blangko pembuatan e-KTP di kecamatan tidak ada.

“Kemungkinan biayanya mencapai Rp. 300.000,- karena kesana tentunya perlu bensin, makan, rokok dan minum itu juga belum tentu jadi sehari kemungkinan karena terkendala blangko, bisa jadi tiga harian atau seminggu lamanya tergantung dari ada dan tidak ada blangko tersebut,” tegasnya

Lebih jelas lagi menyampaikan yang menjadi nominal biaya yah pembuatan e-KTP, karena proses perjalanan sehingga berani menawarkan untuk membantu HDN, itu pun karena sahabat anak saya waktu di sekolahan, meminta bantuan untuk dibuatkan E-KTP supaya cepat jadi.

“Dan saran terhadap HDN itu langsung saja ke Disdukcapil biar cepat jadi tapi cara penyampaiannya biaya tidak terurai dengan jelas itu kesalahan yang besar jadi saya minta maaf bila kata-kata saya salah terhadap HDN,”Katanya

Baca juga :  Apel Gelar Pasukan Polres Tangsel Dalam Rangka Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Jaya 2019 "

Sedangkan menurut HDN sebagai masyarakat biasa pelayanan publik yang terarah supaya masyarakat tidak bingung untuk membuat E-KTP, KK, dan Akte Kelahiran, dan berharap Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk memberikan pelayanan yang baik dan bijak, seperti kekurangan blangko biar masyarakat cepat mendapatkan haknya sebagai warga yang baik.

“Untuk postingan di Facebook akun saya itu tidak ada keterlibatan dari pihak kecamatan, hanya menginformasikan pak JPN dan permasalahan ini udah kami klarifikasikan kesemua pihak,”Jelasnya (kjn)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru