oleh

Program Rutilahu Lobener Diduga Tidak Sesuai RAB

Indramayu, Kicaunews.com – Fakta Ril dilapangan temuan oleh media mengenai bantuan program fisik berupa Rutilahu 5 unit Fisik Rutilahu yang anggaranya dari dana desa tahun anggaran 2019 tahap III dengan nilai total Rp. 125.000.000,- jadi untuk penerima manfa’at per 1 unit menerima senilai Rp 25.000.000,- itu juga berupa bahan matrial bangunan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RUTILAHU).

Setelah beberapa hari dan Minggu media memantau pelaksanaan rutilahu dari tahun 2019 hingga tahun 2020 kicaunews menyelusuri dilapangan tentang fisik dilapangan hingga selesai pengerjaan ternyata jauh dari perkiraan yang harapan penerima manfaat seharusnya kelayakan bagi penerima manfaat perlu dibantu sepenuhnya bukan anggaran besar dipotong kurangi anggarannya.

Temuan pertama di Rt 05 Rw 03, Rabu (25/12/2019) lalu. Nama penerima manfaat rutilahu dari dana desa tahap III inisial (KR) dengan nilai total sebesar Rp 15.juta sekian, 5 hari pelaksanaan- (2).:Rt 02 RW 03 nama penerima inisial (SJ) dengan nilai total Rp 14 Juta sekian. 5 hari pelaksanaan – (3 dan 4): Rt 02/Rw 01, nama penerima inisial (DM dan MS) dua unit dengan nilai total Rp 22 jt sekian. 10 hari pelaksana’an- (5).Rt 05/Rw 01 nama penerima inisial (DK) dengan nilai total Rp 15 jt sekian. 7 hari pelaksanaan.

Semua ini hasil wawancara langsung penerima manfaat kroscek dilapangan bahan-bahan material yang diterima langsung dari pelaksana TPK atau pemdes ke penerima manfaat, penerima di beri berupa bahan-bahannya saja seperti asbes, kusen pintu dan jendela, pasir, semen, batu bata, Dolken, Atap, dan bahan lainnya semuanya tak jauh beda totalnya hasilnya mencengangkan, sungguh miris sekali dari nilai total 25 jt yang dikerjakan jauh dari perkiraan. Belum lagi terkait bumdes penerapannya untuk pembuatan kripik masih dlm penulusuran…???

Baca juga :  Ini 12 Manfaat Hasil Pemeriksaan BPK RI

Jurutulis dan lurah lobener saat dikonfirmasi, Senjn (13/01/2020) dikantornya ia menolak keras apa yang disampaikan media terkait anggaran Rutilahu yang dikurangi.

“Maaf Saya membangun rutilahu itu sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya juga masalah rutilahu yang kita bangun itu dari awal bukan rehab jadi mana mungkin sampai begitu jauh berkurangnya dan mohon maaf saya tidak begitu rinci menjelaskan masalah rutilahu lebih baik langsung ke pa Kuwu aja mungkin bisa menjelaskan. Singkatnya

Sementara itu Kuwu sutarmo saat media menyambangi dikantornya tidak ada lalu coba hubungi melalui via WhatsApp ia menjelaskan melalui sms, Dari mana anggaran yang sudah diterapkan untuk warga penerima manfaat sudah melalui prosedur yang ada, saya menolak sebab Rutilahu untuk masyarakat.

“Ko bisa sampai dikurangi malah saya membangun melebihi dari anggaran 25 juta, apa media tidak cermat menghitungnya dan juga dari mana hasil hitungan kalkulasi info tersebut bahkan sampai jauh penerapannya, Apa enggak dihitung bayar tukangnya juga pajak,”tulisnya dalam pesan SMS

Jadi media jangan mengada-ada membuat rincian sendiri anda ini mungkin sudah salah kroscek, pemdes lobener mengerjakan sudah sesuai dengan prosedurnya apalagi saya sudah ada pendamping desa dari kecamatan, ada tim TPK, BPD jadi banyak yang mengawasi jadi tidak mungkin ada pengurangan sampai sejauh itu.silahkan saja itu hak media yang penting masyarakat yang menilai tahu tentang kinerja pemdes lobener seperti apa. Tandasnya

Ditempat terpisah Menurut keterangan warga penerima manfaat sa’at dimintai keterangannya terkait rutilahu pada media ia menjelaskan Alhamdulilah pak saya sudah dibantu walaupun saya mengeluh karena nilai total yang dijanjikan Rp 25 juta tak sebanding hasil yang dikerjakan dari bahan yang saya terima saya hitung dan dikalkulasi tapi nyatanya jauh dari apa yang diberikan kepada saya sebagai penerima manfaat.

Baca juga :  Sang Putri Dermayu Yang Amanah dan Agamis, Hj. Esih Warnesih Siap Maju Dalam Pilkada Indramayu

“Saya coba berkali-kali meminta kwitansi nota pembelian bahan matrial bangunan kepada tim pelaksana dan pamong desa lobener tetap tidak dikasih dengan alasan belum selesai, padahal faktanya udah selesai katanya mau ada tambahan sampai sekarang nol besar, juga teman saya yang rumahnya dibangun malah batu bata 4 ribu dihutang katanya mau di bayar diganti oleh pemdes lobener sampai sekarang belum juga,”jelasnya

Selain itu, Ketua gerakan nasioanal pencegahan korupsi republik indnesia (GNPK-RI) DPD Indramayu Dj jaja saat kicaunews sambangi kantornya dijalan by pas sleman, Mengungkapkan saya sangat miris dan prihatin atas hasil kinerja kepala desa yang tak peduli segala larangan dari pemerintah semua diterjang tanpa merasa takut, Padahal sudah banyak pejabat daerah seperti kepala desa yang kena terjerat kasus hukum tentang dana desa, Tapi masih saja dilakukan.

“Saya pribadi juga atas nama GNPK-RI sangat mendukung langkah baik penegak hukum untuk memberi tindakan sanksi berat persuasif jadi jangan pandang bulu,” Tegasnya (JL)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru