oleh

Pilbup Paser 2020, Para Lembaga Adat harus Berperan Aktif

Paser, Kicaunews.com – Diantara banyak figur tokoh, politisi, dan birokrat yang muncul dalam bursa kandidat Bupati dalam Pilkada Paser, beberapa waktu terakhir muncul nama baru yang menjadi perbincangan kalangan masyarakat. Dia adalah Ihwan Datu Adam. Senin (13/01/2020).

Kemunculan nama mantan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2003 – 2008, ditandai dengan bergeraknya relawan yang menamakan diri Idaman (Ihwan Datu Adam Andalan) Paser. Masuknya figur Ihwan Datu Adam, dalam bursa dipastikan akan memberi banyak.

pilihan figur pemimpin Paser dalam Pilkada Paser 2020 mendatang.
Pria kelahiran Ujung Pandang 55 tahun lalu ini, memiliki cara pandang tersendiri dalam memandang peran masyarakat Adat pada pilkada Paser 2020 mendatang, menurutnya Konvensi Rakyat adat (masyarakat adat) untuk memilih Calon pemimpinnya adalah jalan paling demokratis agar Rakyat benar-benar berpartisipasi dalam demokrasi yang sesungguhnya.

Tidak hanya partisipasi melalui pengenalan melalui baliho, pamflet, iklan koran, lalu berakhir pada Bilik Suara, melainkan sejak dalam proses rakyat telah mengusulkan dengan cara dan kehendaknya.

Lalu siapa yang harus melakukan konvensi itu? Pria yang pernah
menjabat sebagai PLT Bupati PPU itu mengungkapkan, Lembaga Adat (idealnya/semestinya) adalah satu-satunya alat yang bisa melakukan itu.

Melalui strukturnya yang sampai kecamatan dan desa Tentu hasil
konvensi bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi partai-partai politik untuk menentukan calon figur yang akan diusung oleh partai atau koalisi partai. “Walaupun gagasan ini adalah Imaginasi tanpa batas untuk Pilkada 2020

Namun patut direnungkan dalam dilema Rakyat yang cenderung disuguhkan dengan fenomena politik “suka atau tidak suka pasrah” atau mau tidak mau, suka atau tidak suka, sesuai kehendak Elit dan Pemegang Modal bahkan ditentukan oleh kompromi-kompromi yang penting menyelamatkan gerbong,”ujar Ihwan saat berbincang dengan kicaunews.com belum lama ini.

Baca juga :  Pengunjung Padati Kolam Renang Tiga Bintang Firdaus Didesa Jatimulya Trisi Indramayu

berdaulat dulu (bebas dari kepentingan kecuali Kepentingan Rakyat), agar kepentingan Rakyat dan kedaulatan Rakyat tak hanya diteriakkan melalui Lembaga DPRD yang katanya sunyi itu. Lalu siapa yang harus ikut dalam konvensi? Adalah mereka (siapapun) yang telah masuk dalam kriteria penilaian yang disusun dengan kajian profesional.

Kriterianya pun tentu melampaui setiap ketakutan klaim “anak daerah, darah biru dsb”, sejarah membuktikan bahwa Kabupaten Paser terbuka dalam segala hal, sehinggaTanah Paser menjadi daerah yang ramah terhadap Pluralisme (keberagaman).

Maka itu (seharusnya) fungsi Lembaga Adat menjadi pagar dan wasit dalam entitas Sosial, Ekonomi, dan Budaya yang ada ditanah Kabupaten Paser ini. Lalu siapa yang harus melegitimasi Lembaga Adat? Yang melegitimasi adalah Masyarakat adat yang diakui dan mengakui eksitensi (keberadaan) budaya di kabupaten Paser. (Red/Zaky)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru