oleh

Walikota Bekasi Gugah Rasa Kemanusiaan Aparatur Pemkot Bekasi Lakukan K3 Bantu Korban Banjir

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Pemkot Bekasi dibawah kepemimpinan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto  menggugah rasa kemanusiaan para ASN dan Non ASN dengan  mengintruksikan turun ke lapangan untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah banjir tersebut dengan Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3).

Aksi sosial ini dengan cara bergotong royong mengangkut sampah eks banjir dengan truk pengangkut sampah, pematusan saluran air, membersihkan lumpur dengan dimasukan ke dalam karung secara serempak di daerah terdampak banjir Kota Bekasi.

Seperti diketahui paska banjir melanda di beberapa wilayah di Kota Bekasi seperti PGP, Villa Jatirasa, Kemang IFI, PML, PPA, Jaka Kencana, Depnaker, Delta, Kemang Pratama, Pekayon, Rawa Panjang, Mawar, Kartini, dan Teluk Pucung banyak menyisakan lumpur dan sampah.

Dalam kegiatan monitoring Walikota Bekasi, Sabtu, (11/12020) di lokasi banjir dari mulai Vila Taman Kartini, Perumahan Kemang 5, Perumahan Jaka Kencana, Pondok Mitra Lestari, PPA, Kemang IFI, Perumahan AL, Walikota menginstruksikan kepada seluruh aparatur di lapangan agar bekerja secara tepat dan dapat bersinergi secara baik dengan warga setempat dan elemen manapun.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang terdampak musibah banjir ini untuk selalu sabar dan kuat karena ia menegaskan akan menyelesaikan permasalahan ini semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan baik secara keilmuan maupun secara anggaran.

Terlebih Kota Bekasi merupakan wilayah terdampak banjir yang serius karena merupakan daerah yang di lintasi pertemuan dua Kali alam yaitu Kali Cikeas dan Kali Cileungsi dan bertemu menjadi Kali Bekasi yang merendam seluruh perumahan yang di lintasi kali tersebut pada awal tahun baru  01 Januari 2020 lalu.

“Jadi dari mulai perbatasan Bekasi Utara sampai dengan perbatasan Jatiasih untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) akan di normalisasi dan recovery dengan menstandarisasi jarak bangunan atau hunian tempat tinggal dari sungai yaitu 15 meter, jika ada bangunan – bangunan yang melanggar maka catat,” tegas Rahmat Effendi.

Baca juga :  Pasca Aksi Blokade Jalan Parung Panjang, Muspida dan Muspika Lakukan Pertemuan

Disamping itu Pemkot Bekasi juga telah dialokasikan dana dari kementrian PUPR sebesar 4 triliun rupiah untuk normalisasi, revitalisasi dan recovery tanggul dan DAS.(Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru