oleh

Oknum Anggota DPRD Klaten Dilaporkan Polisi Karena Diduga Sebarkan SARA di Medsos

Klaten, Kicaunews.com – Oknum anggota dewan DPRD dari fraksi PAN (Partai Amanah Nasional) berinisial NS Kab. Klaten dilaporkan oleh DA ke pihak kepolisian terkait kasus HAM (Hak Azasi Manusia) diduga telah menyebarkan poto seseorang dengan unsur SARA atau melecehkan serta menjatuhkan nama baik seseorang yang tanpa ijin menyebar luaskan ke medsos (Whats up Grup) anggota Dewan.

“Perbuatan yang dilakukan sang oknum anggota dewan NS tersebut akan kami laporkan dengan tuntutan tentang Sara yang tanpa hak/ijin dengan berani memposting yang seharusnya tidak diposting yang ketiga tentang pasal UU No 11 tahun 2008 ITE dengan ancaman pidana penjara enam tahun denda paling banyak 1 milyar,”ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya

DA melaporkan sang oknum ke polres tanggal (28/12/2019) lalu setelah diberitahu oleh SA bahwa NS oknum anggota dewan Dprd tersebut menyebar luaskan poto poto DA ke grup whatsup anggota dewan hingga membuat DA merasa dicemarkan nama nya.
Dan sebelumnya sempat diberi kesempatan waktu 2x 24 jam untuk meminta maaf, namun sampai dilakukannya pelaporan tidak ada itikad baik untuk meminta maaf. Singkatnya

Setelah dikonfirmasi di New Metro Resto jln Merapi Klaten Jawa Tengah, Sabtu (11/01/2020) oknum anggota DPRD Berinisial NS mengatakan bahwa alasan dirinya menyebar photo milik DA tersebut adalah hanya iseng saja tanpa ada unsur lainnya.

“Saya dapatkan photo tersebut dari teman yang dishare grup whatsup alumni UMJ, dan saya share kembali ke grup whatsup anggota dewan,” ungkapnya.

Membantah soal 2×24 jam yang disampaikan oleh DA agar NC meminta maaf kepada DA dan mengklarifikasi, ” justeru saya belum pernah terima telpon atau apapun dari DA yang menyuruh saya untuk meminta maaf.

Baca juga :  Pembajakan Perdamaian Libya ala Obama

“Akan tetapi ketika sudah bertemu dan bicara soal islah perdamaian, disitulah saya jawab bahwa saya ini bukannya tidak mau menemui DA tapi saya sangat sibuk dengan kegiatan,”Terangnya

Dalam islah yang menunjukkan ke arah perdamaian dan kekeluargaan, oknum NC yang diwakili oleh Aris suami dari Sinta yang sama sama anggota dewan DPRD Klaten dari Fraksi PDIP, sempat menawarkan uang sebesar Rp.10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah) untuk biaya pencabutan pelaporan namun ditolak dan belum ada titik temu.

“Saya tahu jika saya sudah dilaporkan ke Polres Klaten, dan saya bertanya ke teman yang bertugas sebagai Polisi, bahwa jika untuk biaya pencabutan pelaporan di Polsek saja itu 5jt dan karena ini Polres jadi bisa 2x lipatnya ” katanya.

Ketika ditanya soal UU ITE dan perbuatan tidak menyenangkan karena mencemarkan nama baik DA, dengan santai sang anggota Dewan dari Fraksi PAN tersebut menyampaikan, “saya tidak tahu dan saya pikir tidak akan seperti ini imbasnya, karena saya hanya iseng saja,”pungkasnya.

Sementara itu Burhan kerabat dari sang anggota dewan tersebut sempat meminta kami untuk tidak menayangkan pemberitaan ini, “untuk cooling down kalau bisa sih jangan di naikkan ke pemberitaan atau ditayangkan,”ujar burhan

Bukankah bentuk penolakan atau larangan wartawan tayangkan pemberitaan, melanggar UU Pers No 40 tahun 1999 dengan denda sebesar Rp. 500.000.000,00 (Lima Ratus Juta Rupiah) dan hukuman selama 2 tahun penjara. Sampai berita ini diturunkan, DA menunggu SP2HP dan tetap akan menjebloskan NS.

Ketika nantinya pengadilan memutuskan NS bersalah maka Dewan Kehormatan Dprd akan pula memberikan sanksi terhadap NS. (Vio Sari)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru