oleh

Beberes Dokumen Akibat Kebanjiran, Kepala BPN Kota Bekasi Dipatok Ular

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi, Deny Ahmad dipatok ular berbisa saat tengah membantu membereskan dokumen tanah yang terendam banjir di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, kebanjiran.

Gudang arsip di lantai basement terendam hingga banyak dokumen pertanahan di instansi pemerintah ini basah. Dokumen ini harus segera direstorasi sebelum rusak.

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan pada Kementerian ATR/BPN RI, Nurhadi Putra mengatakan, banjir yang merendam sebagian kantor ini terjadi pada Rabu pagi lalu, ketika debit saluran air Karang Kitri meningkat.

“Banjir karena jebolnya tembok di sebelah kanan kantor BPN Kota Bekasi,” katanya di Kantor BPN Kota Bekasi, Jumat (3/1).

Sejak kemarin, pegawai di instansi tersebut mulai mengevakuasi dokumen pertanahan yang basah. Kepala Kantor Pertanahan BPN Kota Bekasi, Deni Ahmad Hidayat pun ikut turun tangan langsung. Saat mengevakuasi dokumen, Deni justru dipatok ular.

“Pak Deni kena patok ular lagi beres-beres waktu Maghrib, makanya sekarang enggak bisa hadir,” kata Nurhadi.

Dia tak menjelaskan detail kondisinya Deni. Dia juga tidak mengetahui persis jenis ular yang mematok pimpinan BPN Kota Bekasi tersebut.

Saat dikonfirmasi Deni membenarkan jika kakinya ke patok ular berbisa yang membuatnya harus dibawa ke rumah sakit dan ijin tidak bisa masuk kantor.
“Iya sempat digigit ular berbisa saat berberes dokumen yang kebanjiran di kantor, Alhamdulillah sekarang sudah baikan,” tuturnya saat dihubungi wartawan.

Adapun dokumen yang basah akibat banjir disebut cukup banyak. Ia belum dapat menginventarisasi jumlah dokumen tersebut. Tapi, pihaknya memastikan dokumen basah akan direstorasi oleh Arsip Nasional RI (ANRI).

“Tapi sebagian besar dokumen yang tidak aktif, seperti Roya. Yang tidak aktif ini akan dimusnahkan sesuai prosedur yang ada. Kalau yang arsip hidup akan direstorasi seperti dokumen PTSL,” katanya.

Baca juga :  Gerakan Semangat Berkurban, Camel Sumbangkan Dua Ekor Sapi

Sementara menurut Kepala seksi penanganan masalah dan pengendalian pertanahan, BPN Kota Bekasi, Fatahuri mengatakan saat ini warga tak perlu panik, BPN Kota Bekasi sudah membuka pelayanan publik untuk sertipakat tanah yang rusak akibat banjir.

“Silahkan datang saja ke BPN dengan membawa sertipikat tanah yang rusak, KTP dan Kartu Keluarga (KK),” jelasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru