oleh

Water Canon Dikerahkan Polrestro Bekasi Kota, Bersihkan Tebalnya Lumpur di PML

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Mobil Water Canon milik Polrestro Bekasi Kota dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang memenuhi jalan dan rumah korban banjir di Perumahan Pondok Melati Lestari (PML), Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Senin (6/1/2020).

Polres Metro Bekasi Kota beserta jajarannya melakukan Giat K3 tersebut di Masjid dan Yayasan Binaul Ummah Taman Pendidikan AlQuran, dengan membersihkan Mesjid jalan Utama Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) Jatiasih.

Selain itu para petugas dari Polri, TNI dan ASN Pemkot Bekasi juga membantu warga melakukan pembuangan sampah yang menumpuk di sepanjang jalan PML tersebut, Senin (6/1/20) pukul 09.00 WIB s/d selesai dengan alat beko dan truk sampah.

Giat yang dipimpin oleh Kasat Shabara Kompol Robert Simanjuntak beserta jajarannya ,Kabag Ops Kompol Wisnu Wardhana SH ,S.ik dan Kasubag Humas Kompol Erna Ruswing Andari.

Kompol, Wisnu Wardhana selaku Kabag.Ops Kapolrestro Bekasi Kota yang didampingi Kasat Sabhara, Kompol Robert S mengatakan aksi pembersihan di PML atas kerjasama dengan 3 pilar (Polri, TNI dan Pemkot Bekasi) selain menerjunkan personil Polri, TNI dan ASN, kegiatan ini mengerahkan juga water canon, beko dan truk sampah.

“Kita utamakan pembersihan di fasilitas umum yang vital seperti masjid, musholla dan sekolahan, kita bersihkan dulu lumpur dengan air dari water canon  yang memenuhi jalanan dan rumah warga,” ujarnya.

Sebanyak 200 personil baik dari Polres dan Polsek diturunkan untuk melakukan bantuan evakuasi, pemberian bantuan dan pembersihan lumpur disebar di titik lokasi banjir di Kota Bekasi.

“Meskipun saat ini personil dikerahkan untuk penanggulangan korban banjir,kami tetap mensiagakan personil kami di poa – posnya masing – masing untuk menjaga kondusifitas keamanan Kota Bekasi,” tegas Kompol Wisnu.

Baca juga :  Sat Lantas Polres Indramayu Melakukan Kegiatan Survai Sarana Angkutan Umum

Kondisi Perumahan PML memang sering menjadi langganan banjir namun menurut pengakuan warga tahun ini, kondisinya lebih parah ketimbang tahun – tahun sebelumnya. Awal tahun 2020 tinggi air yang merendam PML hampir 2 meter padahal sebelumnya hanya kisaran 1meter.

“Banjir hari pertama sebagian rumah banyak yang terlihat atapnya saja, banyak perabotan dan kendaraan yang ikut hanyut karena derasnya air banjir,” jelas Hendra Ketua Rt 14/RW 13.

Di hari ke enam setelah banjir, kini warga kesulitan untuk membersihkan lumpur yang ada di rumah,jalanan dan masjid. Berkat kerjasama komponen 3 pilar tersebut, warga bersyukur bisa meringankan kesulitan membersihkan lumpur yang tebal mencapai 20 – 30 cm.

Harapan warga PML setelah paska peristiwa banjir besar yang menimpa wilayahnya, Ferry Siburian berpesan agar Pemerintah Kota Bekasi untuk serius memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat agar derita warga Kota Bekasi akibat banjir ini bisa teratasi.

“Jangan sampai meninjau dan mengontrol saja, tapi warga minta bukti nyata kalau proyek penanggulangan banjir tidak ada efeknya bagi warga,” ungkap Ferry prihatin. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru