oleh

UAN Rayakan Milad Bersama Korban Banjir Warga Desa Muara Bakti Babelan

Babelan, Kicaunews.com – Tepat di usianya yang ke 47 tahun Ustadz Adjie Nung (UAN) atau nama lengkapnya Nur Anwar Amin berbagi kasih dengan warga Desa Muara Bakti. Ratusan korban banjir di desa tersebut masih merasakan air banjir setinggi betis orang dewasa, Ahad, (5/1/2020).

Bersama Yayasan Wafizs Al-Amin Center, Yayasan Cendekia Islamic School (CIS) dan Travel Annaby membantu saudara – saudara kita di dua kampung yakni Kampung Buni dan Kampung Tambun Kolar yang rata – rata penduduknya berekonomi lemah.

Pendistribusian sembako berupa mie instan, air minum, makanan ringan, susu kotak dan pakain bekas layak pakai dibagikan melalui  Guru Drs.H. Syihabuddin dan Usth. Hj.Rofiqoh Muntaha selaku tokoh ulama di kampung tersebut.

Menurut Ustadz Adjie Nung (UAN) di Miladnya yang jatuh pada Ahad,(5/1/2020) menjadi moment yang berharga lantaran di hari kelahirannya itu, dirinya bisa berbagi dengan korban banjir yang sedang kesusahan.

“Hari ini menjadi yang membahagiakan saya dan keluarga karena di Milad saya kita merayakannya bersama – sama dengan saudara – saudara kita di lokasi banjir,” ucapnya disela – sela aksi sosialnya.

Warga di Kampung Buni dan Tambun Kolar merasa senang atas kedatangan UAN selaku Ketua Umum Yayasan Wafizs Al-Amin Center,  Usth.Hj. Uswatun Hasanah,S.Pd.I Istri UAN dan Fatimah Zahra Pimpinan Yayasan CIS yang ikut terjun langsung menyapa warga yang tengah berduka atas musibah banjir di awal tahun ini.

Selaku Ketua Yayasan Ibnu Muay, Ustadz Drs. H.Syihabuddin  dan Usth.Hj. Rofiqoh Muntaha merasa bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih atas bantuan dari Yayasan Wafizs Al-Amin Center, Yayasan CIS dan Travel Annaby yang begitu peduli terhadap warga Kampung Buni dan Tambun Kolar yang sampai saat ini masih banyak membutuhkan bantuan.

Baca juga :  Polres Karawang Polda Jabar Amankan Pemeriksaan Swab Test Massal Kepada Masyarakat Dan Pedagang Di Terminal Cikampek Oleh Gugus Tugas Covid-19 Karawang

Banjir sempat mengepung kampung tersebut setinggi 1,5 meter dan menghanyut harta benda warga bahkan akses masuk ke Desa Muara Bakti sempat tak bisa dilalui oleh kendaraan,”ungkap guru Syihab.

“Warga banyak yang mengungsi di rumah dan sekolah SMP dan SMKIT Ibnu Muay beberapa hari. Alhamdulillah, jalan desa sudah bisa dilalui kendaraan tapi masuk ke tengah – tengah kampung masih banjir,” jelasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Pimpinan Yayasan CIS , Fatimah Zahra mengatakan kondisi banjir yang terjadi baik di Kota dan Kab Bekasi menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Terutama untuk menjaga lingkungan hidup, jangan membuang sampah seenaknya di sungai akibatnya aliran air tersumbat,” ucapnya.

Warga di dua Kampung tersebut butuh uluran tangan dari para dermawan lain yang ingin membantu meringankan beban terutama kondisi pasca banjir banyak anak – anak dan orang tua yang menderita flu, mencret dan gatal – gatal.

Salah satu warga Tambun Kolar, Pasimin menginginkan Pemerintah untuk meninjau kampungnya memberikan bantuan logistik dan obat – obatan yang sangat dibutuhkan korban banjir.

“Sudah banyak warga yang terkena gatal, meriang, dan mencret akibat banjir dan belum ada air bersih,” ucapnya prihatin. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru