oleh

Banyak Terumbu Karang Ditabrak Kapal Asing, Mahasiswa Raja Ampat Angkat Bicara

RAJA AMPAT, KICAUNEWS.COM — Keindahan destinasi wisata di Raja Ampat, rupanya tidak seindah namanya, ada banyak kapal yang menabrak terumbu karang, namun tidak pernah direspon Pemerintah Daerah.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Raja Ampat (Himaraja), Husen Umkabu, dalam siaran persnya yang diterima redaksi pada Minggu (5/01)

Menurut Husen, para pengunjung yang berwisata di Raja Ampat, sebenarnya rela menghabiskan waktunya di tempat itu. Namun, kata Husen, ada banyak kapal yang menabrak terumbu karang, sehingga banyak yang rusak. 

Diungkapkan Husen, penabrakan terumbu karang itu pernah terjadi pada tahun 2017. “Pada saat itu, kapal Celedonian SKY di Waigeo dan Kapal Karena Budi Milik PT. Misool Eco Resort di Pulau Jam Misool yang sampai saat ini belum di selesaikan oleh pemerintah daerah.” Kata Husen. 

“Pemerintah daerah kurang mengawasi kapal-kapal wisatawan yang hendak berlayar di wilayah daerah konservasi yang sudah di lindungi. Seharusnya Pemda perketat kawasan perlindungan laut dalam hal ini terumbu karang,” kata Husen. 

Kasus yang sama, kata Husen, terjadi tahun 2019. Menurutnya, kasus penabrakan terumbu karang ini kembali terjadi di pulau banos Misool pada tanggal 3 Januari 2020 oleh kapal KM LAMIMA.

Karena sebelumnya kapal Aqua Blue yang menabrak karang di wayag sampai saat ini kasusnya hilang di telan bumi.

pemerintah daerah tidak serius dalam menanggapi pelaku.

pemerintah daerah jangan tebang pilih kasus yang di hadapi, karena sudah kelalaian dalam menangani kasus karang.

Kapal tersebut saat ini sudah kabur ke kota Sorong dan ada oknum yang sengaja melepaskan kapal tersebut dan tidak bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.

Berdasarkan aturan yang ada, Husen menjelaskan, para pemilik kapal telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 98 ayat (1) dan pasal 99 ayat (1). “Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan investigasi di pulau Wayag dan pulau banos lenmakana  Misool” kata Husen.(Red/Rilis)

Artikel ini diterima redaksi dan Artikel ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru