oleh

Cepat Tanggap Puskesmas Dalam Melayani Warga Korban Banjir di Apresiasi Positif Rekan Indonesia

JAKARTA, Kicaunews.com – Banjir besar yang melanda sebagian wilayah di pulau Jawa menimbulkan banyak korban. Banjir yang disebabkan oleh tingginya curah hujan pada awal Januari 2020 ini menyebabkan overloadnya muatan air di selokan dan sungai sehingga menimbulkan genangan air yang mengakibatkan terendamnya rumah rumah warga di daerah terdampak banjir.

DKI Jakarta pun terkena dampak dari tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan tergenangnya perkampungan warga DKI Jakarta dibeberapa tempat dan tersebar di 5 wilayah DKI Jakarta.

Ribuan warga DKI harus menjadi pengungsi ke sekolah sekolah, tempat tempat ibadah, dan lokasi lainnya yang aman untuk dijadikan tempat pengungsiaan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan sigap dan cepat langsung memantau perkembangan volume air di pintu air Manggarai, selain juga dengan segera Anies Baswedan menginstruksikan semua jajaran SKPDnya untuk siap siaga menanggulangi banjir di DKI Jakarta.

Hampir semua SKPD yang terkait dengan penanganan banjir terkoordinasi dan responsif pada setiap perkembangan infromasi banjir di DKI Jakarta.

Termasuk jajaran dinas kesehatan DKI Jakarta yang dengan cepat dan responsif membuat posko posko kesehatan di sejumlah titik tempat pengungsian warga.

“Dari hasil pantauan posko posko kesehatan yang di buka oleh dinkes di sejumlah titik banjir berfungsi dengan baik. Selain itu juga ada inisiatif dari puskesmas kelurahan untuk langsung membuka posko posko kesehatan di lokasi pengungsian warga di kelurahannya masing masing” ujar Asep Firdaus, sekretaris wilayah Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) dalam keterang persnya malam ini (2/1) selepas mendistribusikan barang bantuan ke posko posko pengungsian warga di 5 wilayah DKI.

Asep memberikan apresiasi setinggi tingginya dengan respon cepat puskesmas untuk hadir di posko posko pengungsian warga korban banjir di DKI, sehingga warga DKI yanv menderita sakit bisa langsung berobat di posko pengungsiannya langsung.

Baca juga :  Polres Tangsel Mengunjungi dan Memberikan Tumpeng ke Delapan (8) Instansi/Markas Militer di Wilayah Tangerang Raya.

Menurut Asep, respon puskesmas dalam banjir DKI tahun 2020 ini terbilang cukup cepat dan terkoordinasi dengan baik dan berbeda responnya saat DKI dilanda banjir tahun 2012, 2015, dan 2016.

“Banjir tahun 2020 ini jika ada warga yang mendadak sakit tidak perlu harus membawa ke puskesmas kecamatan atau kelurahan yang perlu waktu untuk membawa warga yang sakit ditengah banjir yang masih melanda, cukup dibawa ke posko kesehatan terdekat yang didirikan pemprov DKI” ungkap Asep.

Asep menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas medis puskesmas yang cepat tanggap dalam menanggulangi korban banjir di DKI. Asep bercerita bahwa tahun 2012, 2015 dan 2016 jika ada warga yang sakit harus bersusah payah membawa ke puskesmas kecamatan atau kelurahan dari lokasi pengungsian.

“Tahun 2012, 2015, dan 2016 posko kesehatan selain minim, warga juga difokuskan dibawa langsung ke puskesmas. Bayangkan ditengah jalan yang masih tergenang banjir kami harus membawa warga yang sakit tidak dengan ambulans tapi gerobak” kenang Asep.

Perlu diketahui selain membuka posko kesehatan di beberapa titik banjir di DKI Jakarta, pelayanan 32 RSUD dan 44 Puskesmas juga disiagakan untuk melayani warga korban banjir yang membutuhkan pelayanan kesehatan, sementara untuk pelayanan gawat darurat warga dapat menghubungi 119. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru