oleh

Diduga Tidak Terima Calonnya Kalah, Panitia Pilkades Sei Tampang Diprotes

Labuhanbatu, Kicaunews.com – Diduga tidak terima calon yang didukungnya kalah, AHN Nainggolan warga Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu memprotes panitia penyelenggara pemilihan kepala Desa Sei Tampang. Sabtu (28/12).

Protes terhadap panitia dimaksud ,dilakukan oleh AHN Nainggolan seusai perhitungan suara yang mana dalam pilkades tersebut dimenangkan kembali oleh Muhammad Asmui dengan meraih  1912 suara dengan jumlah pemilih yang hadir 3332 suara.

Pantauan Wartawan di lapangan, Panitia Pilkades Sei Tampang Parluhutan Tamba dicecar pertanyaan oleh AHN Nainggolan dengan nada emosi.

Di tempat yang sama, Ketua panitia pemilihan Kepala Desa Sei Tampang Parluhutan Tamba saat dikonfirmasi Wartawan dan ditanya apa saja yang jadi masalah,  Parluhutan mengatakan AHN Nainggolan meminta hal yang bukan menjadi tanggung jawab panitia.

“Dia tanya kenapa panitia tidak menghadirkan warga atau para pemilih yang tidak hadir sekitar dua ribuan orang. Surat undangan sudah kita berikan kepada kadus untuk diberikan kepada pemilih. Lalu apa ada kewajiban panitia menghadirkan pemilih? Itukan hak mereka mau datang memilih atau tidak,”kata Parluhutan Tamba.

Selain itu, lanjut Parluhutan, AHN Nainggolan mempermasalahkan ada undangan terhadap pemilih yang tidak dibagi oleh Kepalan Dusun Sei Mambang Hilir Indon Pakpahan.

Selaku panitia, tambah Parluhutan, semua surat undangan terhadap pemilih sudah diberikan kepada kepala dusun untuk dibagikan. Jika ada terjadi hal seperti itu bukan kesalahan panitia.

“Tapi dia gak terima. Dia bilang pemilihan kades ini batal. Bahkan saya dibilang menerima uang dari negara cuma untuk membuncitkan perut saya saja. Dibilangnya lagi saya ketua panitia abu – abu karena tamat SMA. Bahkan dibilangnya lagi kami panitia adalah orang – orangnya Pak Asmui,”ujar Parluhutan.

Baca juga :  Kapolsek Jatibarang Hadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi PPKM Mikro

Kepala Dusun Sei Mambang Hilir Indon Pakpahan dikonfirmasi Wartawan membenarkan ada surat undangan di tangannya sebanyak 40 lembar surat.

“Bukan tidak kita bagikan Pak, tetapi kita datang ke rumahnya orangnya tidak ada di rumah. Ada yang pergi ke rumah anaknya, ada yang pindah. Bukan kita sengaja gak kita bagikan Pak,”terang Indon Pakpahan.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Krisnat Indarto SE, MH dikonfirmasi Wartawan mengatakan, semua proses pemilihan kepala desa sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan – tahapan yang ada.

“Jika ada yang merasa keberatan, silahkan ambil langkah hukum sesuai prosedur, bukan bertindak yang dapat menimbulkan kericuhan. Saya dari jam 07.WIB hingga saat ini menjaga dan membantu pilkades ini bisa aman dan kondusif,”sebut Krisnat.

Hal senada juga dikatakan Camat Bilah Hilir Bangun Siregar S,Pd kepada Wartawan

“Memilih adalah hak dan tidak memilih juga adalah hak. Tidak bisa kita paksakan orang harus datang memilih. Lakukan penolakan sesuai prosedur bila merasa ada ketidakpuasan atau merasa ada kecurangan. Tetapi yang pasti pilkades ini sudah memenuhi tahapan -tahapan sesuai mekanisme yang ada,”imbuh Bangun Siregar.

Salah seorang warga setempat Satria, diminta tanggapannya mengatakan tindakan AHN Nainggolan bukan mencerminkan tindakan seorang intelektual.

“Kesepakatan sudah ada dengan semua calon, jam berapa dimulai dan jam berapa ditutup untuk memberi suara. Dasar apa panitia harus menghadirkan warga yang gak datang memberikan suaranya? Lalu apa hak dan wewenang dia mengatakan pilkades itu batal? Emangnya dia siapa ?. Kalau dia sarjana dan dari LSM seharusnya ngerti proaedur dia? Jangan dia buat Sei Tampang ini memanas gara- gara sikap dia yang arogan,”tandas Satria.

Satria berharap, kepada para calon yang kalah ya berbesar hati dan bersikap legowo. Sebab, akunya, kalah menang dalam sebuah kompetisi itu biasa.

Baca juga :  Maskot Pilgub DKI 2017

“Jangan karena kalah terus merasa dicurangi. Lihat dulu berapa banyak suara yang dia raih? Banyak – banyaklah bercermin, layak jual gak diri kita untuk jadi pimpinan di desa ini,”ungkap Surya dengan nada geram. (NASRUDDIN)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru