oleh

Saluran Sungai Sumur Watu TR 4 dan TR 6 Sangat Memprihatinkan, Diduga Pemerintah Tutup Mata

Indramayu, Kincaunews.com – Sangat miris saluran sungai sumur watu terletak di TR 4 dan TR 6 sangat kotor dan kumuh serta banyak sampah dan rumput di tengah aliran suangai maupun di sampingnya, Diduga pemerintah tidak peduli dengan suangai saluran sumur watu terletak di TR 4 dan TR 6.

Petani berharap saluran sungai sumur watu di TR 4 dan TR 6 segera dinormalisasi dan diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah maupun pusat, dikarenakan mendekati musim hujan, sungai saluran sumur watu duluh waduknya sangat bagus di TR 6.

Kini sangat rusak parah dan saluran air pun kalau mengalir sangat sempit serta kumuh dan kotor dikarenakan banyak sampah dan rumput, para petani paling bisa mengaliri air ke pesawahan hanya menunggu hujan saja, dan memasuki musim penghujan areal pesawahan tetap kurang air di wilayah Desa Rajasinga blok kulon Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

Hal ini disampaikan beberapa petani dan tokoh pemuda pada Reporter Kicaunews.com belum lama ini, di wilayah Desa Rajasinga Kecamatan Terisi. Menurutnya penghijauan di wilayah tersebut meski diimbangi dengan daya serap yang cukup atas tingginya intensitas air saat memasuki musim hujan,kemungkinan air akan naik diatas tanggul.

Disampaikan Warga meminta kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk melakukan normalisasi sungai saluran sumur watu (TJ) tenjolayar yang terletak di TR 4 dan TR 6 ini, kalau tidak cepat di normalisasi bisa menjadi kekurangan air disawah.

“Seharusnya segerakan di normalisasi saluran sungai yang membentang di zona pertanian itu, karena sering menyebabkan petani gagal panen, Seharusnya pemerintah daerah maupun pusat memperhatikan secara serius,”Pungkasnya warga.

Hal senada para petani mengatakan pada Reporter kicaunews.com, Kamis (26/12/2019), saat ini lokasi pertanian yang sempat hampir gagal panen dibulan lalu. Dikarenakan sungai yang sangat sempit dan kotor banyak sampah serta rumput dan kumuh di sungai tersebut. Singkat para petani. (Bud)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru