oleh

Kabid Humas Polda Metro Batasi Wartawan Liput PAM Malam Natal Pimpinan Kapolri

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Peliputan rekan media pada malam Natal 2019 yang dipimpin langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI ke beberapa gereja di Jakarta, dibatasi oleh Kabid Humas Polda Metro, Selasa (24/12/2019).

Padahal sebelumnya Humas Polda Metro Jaya telah mengumumkan kegiatan tersebut untuk diliput sejumlah media. Namun ternyata, saat akan berangkat bersama dengan rombongan Kabid Humas membatasinya hanya beberapa media saja yaitu media televisi dan media online yang besar saja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya membenarkan bahwa hanya beberapa media yang dapat meliput acara pengamanan perayaan malam Natal 2019 yang dilaksanakan pada Selasa 24/12/2019 di 3 titik rumah ibadah umat yang merayakan Natal.

“Kami hanya menyediakan 1 bus untuk peliputan pengamanan malam natal, yang mana 1 bus itu di isi oleh 3 stakeholder (Wartawan, Humas Polri, dan Anggota Humas TNI).” ujar Yusri kepada puluhan wartawan yang berada di depan gedung promoter Polda Metro Jaya.

Di ketahui bahwa sebelum acara tersebut berjalan pihak Humas Polda Metro Jaya telah menyebar undangan peliputan pengamanan malam Natal melalui media sosial WhatsApp dimana undangan tersebut tertulis sebagai berikut.

Selamat petang rekan-rekan media dinfokan besok hari Selasa Tgl. 24 Desember 2019 Pukul 17.00 WIB giat kunjungan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya ke Gereja Gereja di wilkum Polda Metro Jaya.
Mohon rekan-rekan untuk mengikuti dan melakukan peliputan

Atas kerjasamanya diucapkan terimakasih

Kumpul didepan Gedung Promoter pukul 17.00 wib dan disiapkan bus.

Undangan tersebut di kirim melalui WhatsApp pada hari Senin 23/12/2019 pukul 18.17 Wib. Dari pantauan di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya undangan tersebut tidak dapat diikuti oleh semua media yang mengetahui undangan tersebut.

Baca juga :  Mapolsek Pataruman Cegah Penyebaran Virus Covid-19 Dengan Meyemperotkan Disinfektan

Padahal ada 7 prioritas program Kapolri yang dibacakan pada saat fit and proper test di DPR pada point keempat berbunyi “Pemantapan Manajemen Media” namun pada hal ini Kabid Humas, tidak mempedomani program tersebut.

“Saya tak ngerti cara Kabid Humas ini padahal tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah dibatasi media untuk meliput kegiatan ini. Polri itukan butuh media, janganlah di batas-batasi, itukan melanggar UU Pers,” ujar seorang wartawan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Khanza/Team

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru