oleh

Tujuh Nyawa Melayang Tertabrak KA Argo Parahiyangan di Cibitung

Kab. Bekasi, kicaunews.com – Kecelakaan maut merengut tujuh nyawa seluruh penumpang mobil minibus dalam satu malam  di perlintasan pintu Jalan Raya Bosih, Kel Wanasari kec. Cibitung kabupaten Bekasi, tertabrak Kereta Api Argo Parahiyangan, Sabtu (21/12/2019) pukul 22.15 WIB.

Seluruh penumpang diduga rombongan keluarga yang merupakan warga Jalan Arjuna III No. 34 Rt. 07/07 Kel. utan Kayu selatan Matraman Jakarta Timur akan menuju wilayah Cikarang.

Menurut kesaksian penjaga pintu perlintasan, Ardiansyah (36) dan Aditya (22) di lokasi menuturkan saat itu, sekitar pukul 22:15 WIB, KA Argo Parahiyangan melintas dengan kecepatan tinggi. Penjaga pintu sudah memperingatkan sebanyak 3 kali kalau ada kereta yang akan lewat.

Namun rupanya pengemudi mobil Daihatsu Sigra biru bernomor polisi B 1778 FZI tak menghiraukan dan tetap nekad melintasi rel kereta saat sirine palang pintu sudah dibunyikan petugas pos jaga perlintasanyang akhitnya mobil terseret dan seluruh penumpang meninggal seketika.

“Supir mobil sudah diberitahu sebanyak 3 kali tetapi tak diindahkan. Pengemudi mobil tersebut tetap melaju kendaraanya yang akhirnya tertabrak kereta Argo Parahyangan,” jelas Ardiansyah.

Saat dikonfirmasi soal peristiwa tabrakan maut KA Argo Parahiyangan, Kabag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi membenarkan adanya kecelakan di pintu perlintasan KA. Cibitung.

Penjaga pintu sudah berupaya menutup palang pintu namun ada sedikit celah pengemudi memaksa laju kendaraanya. ” Saksi penjaga perlintasan juga sudah memperingatkan sampai tiga kali peringatan itu tak di indahkan supir Baharudin,” ungkap Kabag Humas. AKP. Sunardi.

Akhirnya KA Argo Parahiyangan dari arah timur Surabaya ke arah barat Jakarta menghantam minibus Daihatsu Sigra warna biru terseret sejauh 20 meter yang membawa 7 orang penumpang seketika meninggal dunia.

Baca juga :  RW 02 Cipinang Muara Gelar Upacara Penurunan Bendera dan Karnaval Kemerdekaan

“Berdasarkan laporan warga petugas kepolisian segera datang dan langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit umum daerah Bekasi (RSUD),”pungkas AKP. Sunardi. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru