oleh

Terkait Issu Pemotongan Gaji Guru Honorer, Anggota DPRD Khairul Ahmad Berang

Labuhanbatu, Kicaunews.com – Anggota DPRD Labuhanbatu Dapil 3 dari Partai PKB Khairul Ahmad sempat berang mendengar pernyataan Baktiar Rajaguguk yang bersikeras istrinya selaku guru honorer di SDN 02 Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir hanya menerima gaji sebesar Rp. 250.000 pertiga bulan.

Kegeraman Khairul disebabkan apa yang dikatakan Baktiar Rajaguguk kepada Adv Sutan Parlaungan Harahap yang dipostingkan di facebook, ternyata  keterangan itu bertolak belakang keterangan dari Sri Wina Hasugian S.Pd.

Pada gelar rapat Kepala Sekolah dan para guru SDN 02 Negeri Lama, Sabtu (21/12), Sri Wina dikonfirmasi langsung oleh Khairul Ahmad di hadapan para guru dan wartawan mengatakan, gaji yang ia terima sebesar Rp. 250.000 perbulan dan diterima pertiga bulan dengan jumlah Rp. 750.000.

Sri Wina juga membenarkan dirinya baru bertugas mengajar di sekolah itu terhitung mulai bulan Oktober 2019.

Ditanya oleh Khairul Ahmad, apakah benar ada penekanan dari Kepala Sekolah terhadap dirinya sebagaimana yang dikatakan suaminya, Sri Wina dengan tegas membantah hal itu.

“Suami ibu mengatakan ibu ditekan, siapa yang menekan ibu.  Katakan pada saya, jangan takut kalau memang ada penekanan,”kata Kahirul Ahmad tegas kepada Sri Wina.

Namun apa yang barusan dikatakan Baktiar Rajaguguk kepada Khairul Ahmad via selular, semua dibantah oleh Sri Wina.

“Saya katakan kepada suami saya kalau gaji saya Rp. 250.000 perbulan Pak, bukan pertiga bulan. Saya tidak ada ditekan kepala sekolah  atau siapa pun, demi Tuhan saya tidak tahu soal postingan di medsos itu Pak. Kalau ada postingan seperti itu, itu salah media pak, bukan salah saya, karena saya tidak ada memgatakan seperti itu,”ujar Sri Wina.

Saat Baktiar Rajaguguk dikonfirmasi ulang kembali oleh Khairul Ahmad via selular, suami guru honorer itu bersikeras kalau gaji istrinya Rp. 250.000 pertiga bulan.

Baca juga :  Kantor Kecamatan Tanjungsari di Semprot Cairan Disinfektan

“Ibu ini (Sri Wina) mengatakan gajinya Rp. 250.000 perbulan, juga tidak ada tekanan dari kepala sekolah, kenapa bapak lebih tahu soal gaji istri bapak. Istri bapak atau bapak yang jadi guru di sekolah ini,”ujar Khairul Ahmad kepada Baktiar via selular dengan nada geram.

Kekesalan Khairul Ahmad, Baktiar membuat pengaduan kepada Advokat, wartawan dan LSM di Rantauprapat bahwasannya gaji istrinya dipotong dari Rp. 900.000 pertiga bulan menjadi Rp. 250.000 pertiga bulan tanpa ada konfirmasi dari pihak sekolah.

Akibatnya, postingan di medsos menimbulkan citra negatif terhadap kepala sekolah SDN 02 Negeri Lama dan nama baik para gurunya.

“Ini pencemaran nama baik bu. Kalau dia (Baktiar) tidak mau klarifikasi pernyataannya dan meminta maaf, adukan ke polisi. Saya dukung ibu buat pengaduan. Biar jangan gampang menyampaikan informasi yang gak benar,”sebut Khairul dengan tegas.

Sebelumnya,  Khairul kepada Wartawan mengaku sengaja datang ke sekolah itu karena ada laporan dari rekan – rekannya tentang adanya pemotongan gaji guru honorer di SDN 02 Negeri Lama.

“Saya dari dapil sini, ya kalau ada info miring seperti ini rekan- rekan LSM dan Wartawan dari Rantauprapat pada nelpon saya, maka saya datangi untuk memaatikan kebenarannya,”terang Khairul.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN 02 Negeri Lama Matiah S Pd mengaku kecewa atas perbuatan Baktiar Rajaguguk yang memberikan laporan tidak sesuai fakta.

“Ini pencemaran nama baik saya juga nama baik sekolah. Dia bilang guru honor di sini 10 orang, padahal guru di sini ada 14 orang. Gaji yang saya berikan sesuai juknis dan juklak BOS. Azab saya kena bully orang. Sebab itu saya minta agar suami bu Wina ini meminta maaf dan membuat klarifikasi tertulis. Bersihkan nama saya dan sekolahan ini,”imbuh Mastiah.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Bandung Kulon Polrestabes Bandung Sambang dan Himbauan Protokoler Kesehatan

Ketika diminta oleh Mastiah membuat agar Sri Wina membuat pernyataan tentang gajinya secara tertulis dan memyatakan hal yang sebenarnya, Sri Wina pun tidak keberatan dan membuat surat pernyataan dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.

Di luar rapat, Sri Wina kepada Wartawan mengaku malu dan berulangkali mengucapkan rasa malunya atas semua kejadian ini.

“Bukan saya yang berbuat, tetapi saya yang harus menanggung malu Pak. Malu kali saya Pak, malu saya dengan guru- guru di sini, mau lari pulang saya tadi Pak waktu rapat tadi, karena sudah sangat malu saya atas perbuatan suami saya Pak,”ungkap Wina dengan linangan air mata.

Terpisah, Maya Sari S.Pd meminta kepada Wartawan agar meluruskan pemberitaan tentang pernyataannya adanya gaji guru honorer di sekolah itu Rp. 250.000 pertigabulan.

“Abang semalam itu salah dengar. Yang aku katakan ada memang di sini yang menerima gaji Rp. 250.000 perbulan dibayar pertiga bulan. Bukan Rp. 250.000 pertiga bulan, karena aku abang tanya sambil jalan jadi abang salah dengar. Aku yang jadinya kena salahkan kawan- kawanku bang. Nanti dibilang aku beri keterangan palsu hazablah aku,” papar Maya Sari S Pd Harahap.

(NASRUDDIN)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru