oleh

Penguatan Pengawasan Partisipatif Bawaslu Jakarta Timur

JAKARTA, Kicaunews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Timur mengadakan Kegiatan Penguatan Pengawasan Partisipatif di Best Western Premier Hotel,Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019).

Sakhroji, SH selaku Ketua Bawaslu Kota Jakarta Timur dalam sambutannya menyampaikan, bahwa demokrasi sebagai Sistem politik dan Sistim pemerintahan menempatkan kedaulatan berada di tangan rakyat, dari, oleh dan untuk rakyat. Sehingga dalam demokrasi sejatinya, pelaku utamanya adalah rakyat, Pemilu sebagai salah satu instrumen demokrasi, maka penentu pemenang pemilu adalah rakyat yang memilih calon dan wakil-wakilnya,

Bawaslu Kota Jakarta Timur dalam Pemilu Pileg dan Pilpres 2019 melakukan pengawasan dalam tahapan pemilu terhadap sekitar 160 calon anggota DPR RI, 540 calon anggota DPRD, 26 Calon anggota DPR, Penyelenggara Pemilu, Netralitas seluruh ASN baik PNS, TNI dan Polri, Warga Pemilih dalam DPT berjumlah 2.246.279, sementara petugas Pengawas Pemilu jumlahnya terbatas, maka perlu adanya peran aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif.

Lanjut menurutnya pengawasan partisipatif kerjasama Bawaslu Kota Jaktim dengan masyarakat memang sudah dilakukan namun rasanya belum maksimal, sehingga perlu kegiatan penguatan dan pengembangan pengawasan partisipatif.

Jangkauan pengawasan partisipatif dari hulu sampai hilir, dari proses pembuatan Undang-Undang sampai proses tahapan pemilu rekapitulasi perolehan suara dan penetapan calon terpilih berakhir, peran akademis dan mahasiswa dapat mengawasi proses pembuatan undang-undang, Aturan pemilu dibuat oleh peserta itu sendiri hal ini rawan adanya pasal-pasal yang menguntungkan dan tidak sesuai kehendak rakyat, maka akademisi dan mahasiswa bisa mengkritisi, jika RUU KUHP dan UU KPK yg tidak sesuai kehendak rakyat itu bisa di demo, maka jika UU Pemilu tidak sesuai kehendak rakyat juga mahasiswa bisa mendemo.

Baca juga :  Kasat Sabhara Polres Karawang Pimpin Patroli Malam Dan Bubarkan Kerumunan Warga

Pengawasan oleh masyarakat juga dapat dilakukan dalam tahapan pemungutan suara sampai rekapitulasi tingkat nasional.

Lebih lanjut Ahmad Syarifudin selaku komisioner Bawaslu Jakarta Timur mengatakan bahwa kita butuh partisipasi masyarakat, Bawaslu maupun kawan pengawas pemilu sampai tingkat bawah menganggap perlu adanya kerjasama dengan lembaga terkait seperti Stakeholder pemilu, Ormas, OKP dan Komunitas komunitas yang ada, termasuk Satpol PP dalam proses penurunan alat peraga dilakukan rekomendasi kepadanya.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh anggota Bawaslu DKI Jakarta Irwan S Rambe,  beliau menyampaikan bahwa sentral dan pusat operasional pelaksanaan pengawasan pemilu itu ada di kecamatan.

Menurutnya Tantangan pengawasan pemilih di DKI Jakarta sangat beragam, Jakarta menjadi barometer politik nasional, kompleksitas dan bermacam suku berada di Jakarta, kantor kantor DPP partai politik pun berada di Jakarta.

Pengawas pengawas pemilu di Jakarta ini harus memiliki keberanian tinggi bahkan seperti memiliki dua nyawa yang dipertaruhkan dalam pengawasan pemilu.

Untuk itu Bawaslu tak henti hentinya melakukan penguatan pengawasan pemilu kedepan. Tugas kami seharusnya sudah selesai setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden kemarin, namun karena Bawaslu Kab/Kota bersifat permanen maka kegiatan terus berjalan, termasuk penguatan kelembagaan dan penguatan partisipatif.

Tenaga Ahli Bawaslu RI Masykurudin Hafidz sebagai Narsum memaparkan materi pada kegiatan tersebut, beliau memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Bawaslu Kota Jakarta Timur yang sudah maksimal melakukan tugas Pengawaswan, Pencegahan fan Penindakan.

Salah satu kebanggaan kita akan kejayaan bangsa kita yakni dengan berjalannya pemilu yang demokrasi. Pemilu Pileg-Pilpres  kemarin berjalan dengan baik dan damai. Namun menurut beliau memang masih banyak catatan catatan perihal pemilu, namun menurutnya pengawas pemilu harus berbangga diri telah melakukan proses dan tahapan pemilu dengan baik.

Baca juga :  Pilkada Ditengah Pandemi Bhabinkamtibmas Gencar Sosialisasi Protokol Kesehatan

Penguatan dan pengembangan pengawasan partisipatif yang saat ini dikembangkan Bawaslu RI antara lain dianakannya Seminar Internastional Democracy and Election (Solution fot Estabilishing Good Governance) dan Program Sekolah Kader Pengawasan, saat ini sudah dilakukan oleh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kab/Kota yang mengadakan Pilkada dan nanti 2020 akan dilakukan di Provinsi dan Kab/Kota lainnya.

Dalam kegiatan Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP)hang saat ini diikuti oleh beberapa mahasiswa dikenalkan pengawasan partisipatif yang dikenal program, Amati, Pilih, Ikuti dan Tagih,

Amati visi misi calon atau calon wakil yang akan dipilih, Pilih calon dan calon wakil sesuai hayi nurani, Ikuti kerja- kerja wakil- wakil rakyat yang terpilih, Tahig terhadap janji-janji wakil rakyat hang tidak menepati janjinya.

Dalam acara ini juga Bawaslu memberikan penghargaan kepada pihak Walikota Jakarta Timur, Kesbangpol Jakarta Timur, KPU Jakarta Timur, Satpol PP Jakarta Timur, Dinas Dukcapil Jakarta Timur, FKUB Jakarta Timur, atas dedikasi yang tinggi dalam sinergi pengawasan.

Bersama rakyat awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru