oleh

Guru Honorer SDN 02 Bilah Hilir Bantah Ada Pemotongan Gaji Oleh Kepala Sekolah

Labhanbatu, Kicaunews.com – Postingan di media sosial ( facebook)  dari akun Adv Sutan Parlaungan Harahap kemarin yang menyebutkan adanya pelaporan salah seorang seorang suami yang istrinya mengajar di SD Negeri O2 Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu mengatakan gaji guru honorer dipotong oleh Kepala Sekolah SDN 02 menimbulkan pro kontra komentar netizen.

Guna menindak lanjuti postingan tersebut, salah seorang guru honorer SDN 02 Negeri Lama Sarifah Aini S Pd, dikonfirmasi Wartawan via selular , Jumat, (20/12) membantah keras isi postingan tersebut.

“Gak bener isi postingan itu bang, tetapi kalau abang mau jelas, datang abang sekarang ke sekolah kami, biar ketemu kita dan kawan – kawan saya guru honorer di sekolah itu,”sebut Sarifah Aini.

Saat ditemui di SDN 02, Sarifah Aini dan para guru honorer yang mengajar di sekolah itu, mengaku geram atas postingan tersebut yang menimbulkan kontradiksi para netizen yang langsung membully tanpa memgetahui cerita yang sebenarnya.

Ditanya apakah benar ada pemotongan gaji dari Rp.900.000 pertiga bulan dan menjadi Rp250.000 pertiga bulan, Sarifah Aini malah menyuruh mempertanyakan hal itu kepada rekan- rekannya selaku guru honor di sekolah itu.

“Abang tanya saja langsung kepada mereka yang sudah cukup lama mengajar di sekolah ini, gaji siapa yang dipotong dan dikurangi,”kata Sarifah Aini.

“Kami tidak pernah merasa gaji kami dipotong. Berapa gaji kami perbulan, itulah yang kami terima. Fitnah itu kalau mengatakan gaji kami Rp900.000 lalu menjadi Rp250.000,”timpal Maya dan dibenarkan oleh para guru honorer lainnya.

Ditanya apa ada guru honorer di sekolah itu yang menerima gaji Rp250.000 pertiga bulan, Maya mengatakan memang ada 1 orang guru berinisila W yang menerima gaji sebesar itu.

Baca juga :  Kabag Sumda Polres Indramayu Giat Ops Aman Nusa II Tahun 2021 Sosialisasi Pondok Pesantren

Namun menurut Maya, W layak memerima gaji sebesar itu mengingat oknum W baru bertugas mengajar di sekolahan tersebut.

“Dia masih baru 3 bulan mengajar di sekolah kami ini, ya wajarlah kalau gajinya segitu. Kalau gajinya disamakan dengan gaji kami yang sudah 10 tahun lebih mengajar di sini ya kami yang keberatan bang “ungkap Maya.

Hal senada juga diungkapkan Roslina S Pd, ia  menyayangkan adanya postingan tentang pemotongan gaji guru honorer dan mempersoalkan selip gaji guru honorer secara sepihak tanpa ada sebelumnya konfirmasi dari para guru honorer yang bertugas mengajar di sekolah itu.

“Kami bukan membela kepala sekolah Pak, kami bicara apa adanya. Gaji kami dibayar sesuai dengan juknis BOS. Tetapi postingan itu menimbulkan opini negatif terhadap kasek dan sekolahan kami. Jangan ada laporan sepihak langsung dianggap itu sebuah kebenaran,”ungkap Roslina dan disahuti kata setuju secara serentak oleh guru honorer lainnya.

Guna membuktikan tentang pemotongan gaji guru honorer itu tidak benar, para guru honorer itu mengaku telah membuat surat pernyataan bantahan tentang isi postingan tersebut dan siap mereka pertanggungjawabkan di hadapan hukum.

“Kami sudah membuat surat pernyataan secara tertulis dan membantah adanya potongan gaji kami. Kalau ada wartawan atau LSM mau lebih jelas, silahkan tanya kepada kami, karena soal gaji kami yang dimasalahkan, tanya kami pasti kami terangkan. Surat pernyataan pun telah kami buat, kasihan kasek kami kena bully sepwrti itu,”ungkap Tantri Siregar S Pd.

Kepala Sekolah SDN 02 Mastiah S Pd saat dikonfirmasi Wartawan via selular, langsung datang ke sekolah itu.

Saat ditanya waratawan soal adanya postingan tentang pemotongan gaji guru, Mastiah dengan tegas membantah hal itu.

Baca juga :  Orasi Dahlia Zein Di Rumah Perjuangan Rakyat : KPU Harus Independen

“Sudah bapak tanya belum keterangan dari para guru honor di sekolah ini? Benarkah saya ada melakukan pemotongan gaji? Kalau ada saya potong, mungkin mereka lebih dahulu buat pengaduan Pak, karena mereka sudah lama bertugas di sekolah ini,” imbuh Mastiah.

Dijelaskan Mastiah, W baru pertama kali menerima gaji sebagai guru mengajar di sekolah itu. Sebab, lanjutnya, W mengajar di sekolahnya terhitung mulai bulan Oktober 2019.

Diterimanya W mengajar di sekolah itu, tambah Mastiah, karena menghargai orang tuanya lama bertugas di sekolah itu dan kini sudah pensiun.

“Sebenarnya guru honor di sekolah kami sudah cukup Pak, tetapi karena permintaan ibunya agar anaknya bisa mengajar di sekolah kami ini ya saya terima. Saya hargai ibunya. Tetapi, kalau gaji dia saya samakan dengan gaji guru yang sudah lama bertugas di sini ya gak mungkinlah Pak, ya pasti komplinlah yang sudah lama bertugas di sini,”terang Mastiah.

Diminta tanggapannya soal postingan itu dan membuat ia terbully, Mastiah memaklumi komentar netizen yang secara sepihak menjustyfikasi dirinya.

“Biasalah netizen Pak, ya emang begitu. Padahal dalam postingan itu diminta mencek kebenarannya, tetapi postingan itu sudah dianggap kebenaran oleh netizen. Ya siap kok dikonfirmasi tentang hal itu,”papar Mastiah mengakhiri.

(Nasruddin)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru