oleh

Dunkin Donuts PHK Sepihak 11 Karyawannya

TANGERANG, KICAUNEWS.COM- 11 karyawan diberhentikan tanpa alasan secara sepihak tanpa ada peringatan sama sekali oleh pihak Dunkin Donuts di daerah Pagedangan BSD Aeon kabupaten Tangerang  dengan alasan tidak mau memakai tenaga pemuda lingkungan  Pihak Dunkin Donuts menggunakan jasa keamanan ke salah satu PT yang bergerak di bidang Security.

Sempat di warnai aksi massa ormas dan warga pagedangan yang menuntut di kembalikan 11 orang sebagai tenaga keamanan yang berasal dari warga lokal di wilayah Pagedangan.

Dede Sulaeman salah satu warga yang pernah bekerja dibagian keamanan dunkin donuts dan korban PHK kepada awak media, hari ini ( 16/12/2019) mengaku tidak tahu permasalahan apapun dunkin donuts sudah melakukan pemutusan hubungan kerja.

” Saya tidak pernah mendapatkan surat peringatan apapun, tiba tiba diberhentikan sepihak”. tegas Dede Sulaeman.

” Pihak dunkin donuts selama ini hanya diam, kami belum mendapatkan informasi apapun padahal dalam bekerja situasi dan suasana di sini selalu kondusif dan saya bekerja sesuai aturan perusahaan, yang penting orang lingkungan disini dilibatkan kembali sebagai tenaga kerja keamanan”, pinta Dede

” Gak masalah mau ganti perusahaan outsourching yang baru bagi kami yang penting bisa bekerja lagi, mestinya sebelum PHK adanya surat SP atau pemberitahuan tetapi tiba tiba dipecat jelas kami bertanya, kenapa?”. jelasnya.

Sementara tokoh muda masyarakat Atmajaya sangat kecewa dengan pihak dunkin donuts selaku perusahaan yang memperkerjakan warga lokal bahkan menggangap underestimate

” Saya kecewa kepada dunkin donuts yang tidak peka dengan masalah karyawannya padahal saya sudah beberapa kali bertemu pihak dunkin namun mereka tetap tidak mau bekerjasama dengan warga lingkungan dan Ada 4 point tuntutan yang kami ajukan kepada dunkin donuts lantaran beberapa kali pertemuan tapi tak ada hasilnya” tutur Atmajaya.

Baca juga :  Kapolsek Kiaracondong Polrestabes Bandung Serahkan Pemenang Lembur Tohaga Lodaya Tingkat RW

Pertama, kami minta adanya pemberdayaan masyarakat, kedua melibatkan warga lingkungan untuk sampah hasil produksi, ketiga warga dijadikan bagian keamanan khusus, dan point terakhir adanya pemanfaatan organisasi masyarakat warga sekitar sebagai mitra keamanan dan kenyamanan.

( Tris )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru