oleh

Berkali – Kali Ditolak Warga, THM Tetap Saja Dibuka di MGT. Sikap Pemkot Bekasi Dipertanyakan?

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Perjuangan warga Mutiara Gading Timur (MGT) dan sejumlah RW masih solid dan pantang menyerah atas sikap pembiaran sejumlah Temapt Hiburan Malam (THM) yang dinilai melanggar batas asusila apalagi lokasinya berdekatan dengan pemukiman, tempat ibadah dan institusi pendidikan.

Warga MGT Mustikajaya terus melakulan aksi penolakan terakhir dilakukan warga pada Minggu, (15/12/2019) kemarin, kaum wanita dan pria , bapak – bapak dan ibu – ibu melakukan aksi damai di sekitar Perumahan MGT.

“Karena di situ menjual miras, Ladies Club “seronok”, dekat dengan pemukiman, masjid dan sekolah. Kami jelas resah dan khawatir masa depan moral anak – anak kami,” ujar salah seorang warga MGT, Nanang Seno, saat dihubungi awak media, Senin (16/12/2019).

Dirinya juga menyayangkan bahwa pemerintah Kota Bekasi dalam menyikapinya persoalan ini tidak jelas dan terkesan setengah – setengah.

“Kaya keluar-masuk di situ dari Satpol PP, besoknya beroperasi kembali. Bahkan kemarin itu sekitar 20 ladies club sempat dibawa ke Pemkot tapi malah dibalikin lagi,” tegasnya.

Menurut Nanang, pemilik usaha itu sudah melanggar dalam pengelolaan tempat tersebut.

“Kemarin itu menurut Kadis Pariwisata, Pak Teddy sudah ada izinnya. Tapi izinnya pun karaoke dan restoran. Tidak ada LC-nya, tidak ada prostitusi, tapi itu semua ada di situ dan dilakukan secara terbuka,” imbuhnya.

Katanya, itu adalah penyebab warga geram. Dalam izin tercantum usaha karaoke dan restoran, tetapi pada kenyataannya mereka mendapati ada penjualan miras dan tempat prostitusi.

“Tapi kenyataannya tidak seperti itu, banyak kok di sini yang izinnya sesuai dalam arti resto dan karaoke. Diduga Dinas Pariwisata oleh masyarakat itu masuk angin,” ucapnya.

“Bukan fitnah ataupun mengada-ngada, kita pernah menemukan sedang melakukan bersetubuh di depan ruko tersebut dan itu ada buktinya, terus mereka itu bisa dibawa keluar, sudah tertangkap foto ciuman di dalam room tersebut,” sambungnya.

Baca juga :  Polsek Pangkalan Patroli Pertokoan Cegah Gangguan Kamtibmas

Meski beberapa kali mediasi digelar, tapi tetap saja belum ada tindakan berarti dari pihak pemerintah.

“Pada tanggal 23 November 2019 lalu kita melakukan audiensi di Kecamatan Mustikajaya dan puncaknya pada hari Minggu kemarin tanggal warga melakukan aksi damai,” tuturnya.

Untuk di wilayah MGT, diketahui ada sekitar 7 tempat hiburan malam.

“Tadinya 7 tempat, sudah tutup 1, izinnya habis dan juga lokasinya ada yang dijual. Nah berarti tinggal 5 tempat serupa,” demikian Nanang.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Teddy Hafni saat dimintai tanggapannya beberapa waktu lalu soal THM di Perumahan MGT Mustikajaya menyebut kalau Dinas Pariwisata tidak bisa mencabut begitu saja ijin Karaoke di sana.

“Selain karena ijinnya masih berlaku mereka sepakat menerima sangsi dari kami jika melanggar surat kesepakatan bersama antara mereka dengan dinas dan kepolisian,” ujar Teddy beralasan.

Terkait dengan ijin usaha pariwisata lanjut Teddy, pihaknya tak bisa mencabut ijinnya lantaran sekarang untuk ijin usaha para pengusaha bisa langsung mendapatkan secara online dengan sistem OSS langsung dari Kementerian bukan lagi kewenangan Pemda.

“Jadi fungsi kami hanya mengawasi dan memberikan surat peringatan secara bertahap sesuai mekanismenya,” ungkap Teddy.(Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru