oleh

Kuasa Hukum Tersangka Pertanyakan Profesional Penyidik Soal Proses Hukum Super Kilat

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Sidang kedua Praperadilan Polres Metro Bekasi Kota (Polrestro Bekasi Kota) oleh Pemohon Iin Utami di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi di gelar dengan agenda pembacaan jawaban Termohon (Polres Metro Bekasi Kota), Senin (16/12/2019).

Sidang yang dihadiri oleh Termohon Kompol I Made Suweta, Iptu Sentot Trihandoko, Deni, SH, Bripka Ervina Tri, Brigadir Hadi Hermawan dinilai oleh Kuasa Hukum Tersangka Iin Utami belum mampu membedakan antara penyidik dan penyelidikan.

Kuasa hukum tersangka,Chandra, SH usai sidang mengatakan  penyelidik menurut pasal 1 angka 5 penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidikan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyelidikan menurut cara diatur dalam Undang – undang ini.

“Artinya bukti permulaan polisi harus melakukan penyelidikan juga terhadap 3 orang yaitu Asyfa Octasharani, Muhamad Rafli Alfajar dan Joni Anifa mereka inilah yang seharusnya sebagai tersangka utama, bukan Iin Utami,” tegasnya.

Candra menyebut jika Asyfa meminjam sebesar Rp.2.000.000, Muhamad Rafli sebesar Rp.1.500.000, Joni sebesar Rp.500.000 ke-3 org tersebut adalah karyawan Pt. Gadai Top Jaya yg dengan sengaja mempengaruhi membujuk dan mengajukan permohonan pinjaman dg jalan pintas yang sudah diketahui itu salah kepada kepala toko Iin Utami.

Terlepas masalah itu, Chandra menilai profesional kinerja kepolisian terutama Polrestro Bekasi Kota dipertanyakan. Pasalnya hanya dalam hitungan satu hari proses hukum yang dijalani kliennya dari proses pemanggilan, penyelidikan dan penahanan dilakukan super kilat.

“Hanya satu hari saja klien kami haknya diabaikan  sebagai WNI, klien kami merasa hak hukumnya  tidak dihormati, dalam satu hari tiga surat pemanggilan, perintah penangkapan dan perintah penahanan,” tegasnya.

Penyidik kata Chandra tidak paham bukti permulaan itu sebagaimana disebut angka 5 KUHP tersebut sehingga iin utami (Pemohon) diperlakukan diluar batas kewajaran.

Baca juga :  Jelang Bulan Suci Ramadhan ribuan Miras dan Narkotika di musnahkan Polresta Kab Tangerang

Menurut Chandra ketiga anak buah Iin Utami itulah yang membujug dan merayu  Iin untuk mencairkan dana pinjaman melalui cara yang tidak benar.

“Namun sangat disayangkan kenapa penyidik justru tidak menyeret 3 orang itu dalam perkara ini, Iin Utami statusnya seharusnya sebagai turut serta,” beber Chandra.

Sementara Termohon dari Polrestro Bekasi Kota, Kompol I Made Suweta mengatakan kepada awak media untuk meminta konfirmasinya ke Humas Polrestro Bekasi Kota.” Silahkan ke Humas Polres biar satu pintu saja,” ucapnya singkat usai sidang.

Kasub Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari saat dihubungi mengatakan sesuai arahan Kasat Reskrim agar awak media mengikuti perkembangan berkas perkara dan sidang pra peradilannya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru