oleh

SDN I Lobener Kidul – Jatibarang Diduga Minta Upah Pengurusan Dana BSM

Indramayu, Kicaunews.com – Pungli dunia pendidikan diindramayu tercoreng oleh oknum guru nakal baik dari tingkat SD, SMP, sampai sekolah menengah kejuruan, Dengan adanya sikap para oknum guru dan komite sekolah yang membuat aturan kebijakan sendiri dengan berbagai cara mengakali uang bantuan dari pemerintah untuk siswa yang tidak mampu dengan dalih dan alasan untuk upah mengurus juga memperbaiki siswa-siswinya supaya lebih akuntabel berkepribadian dan berpendidikan, Padahal yang namanya pungli itu berbentuk apapun caranya tetap aja disebut pungli dan tidak dibenarkan dengan alasan apapun.

SDN 1 lobener kidul kecamatan jatibarang kabupaten indramayu, diduga lakukan pungli, Sementara hasil pantauan kicaunews patut dicurigai sebab SDN 1 lobener kidul ini sudah menyalahi aturan pemerintah, Dengan cara dan alasan memungut uang Bantuan siswa miskin (BSM) sebesar Rp 50.000,- dengan alasan untuk biaya pengurusan juga tidak alasan lain kecuali buat pengurusan pencairan BSM.

Sebelum kicaunews sambangi kantor SDN 1 LOBENER KIDUL senin (11/12/19) kicaunews sempat berdebat mempertanyakan soal keterlambatan dana BSM karena dari sebagian anak ada yang sudah mendapatkan bantuan ada juga yang belum.

Menurut keterangan Kepala sekolah SDN 1 lobener Warda beserta guru lainnya Menjelaskan sambil emosi dibantu guru lainnya “Ma’af persoalan BSM saya tidak tahu tanyakan langsung saja ke banknya dan kenapa orang tua siswa tidak datang saja ke sini menanyakan sendiri kenapa harus orang lain,”Tandasnya

Menurut keterangan beberapa orang orang tua siswa sempat media mewancarai ketika pencairan BSM, Rabu (11/12/19) Jam 9.30 wib didepan sekolahan SD Menurutnya Sebelumnya saya kecewa mas kenapa dari beberapa anak yang lain sudah pada diambil kenapa yang lainnya juga kita belum sampai dua bulanan terlambatnya ko kenapa tidak sama-sama pencairannya.

Baca juga :  Bocorkan Informasi Razia Warem, Kastpol PP Kota Tangsel Akan Berikan SP 1

“Tapi alhamdulilah hari ini sudah diambil menerima uang BSM tapi yang kita sayangkan kenapa pihak sekolah meminta upah biaya pengurusan sebesar Rp 50.000,- per siswa yang mungutin namanya berinisial ( T ), Dia tidak menjelaskan secara terang-terangan buat apa terkecuali buat upah pengurusan katanya cuma itu. Terus terang saya kecewa tapi harus gimana lagi kalau saya tidak ngasih nanti imbasnya ke anak juga,”Keluhnya (MT jahol)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru