oleh

Diduga Tak Berizin, Dinas Pariwisata Kota Bekasi akan Sidak Salon Sri Ratu

BEKASI, Kicaunews.com – Salon Sri Ratu yang menjual jasa pijat refleksi dan salon diduga tak memiliki ijin usaha yang menyalahi aturan Perda No.09 Tahun 2007 tentang Retribusi ijin dan penyelenggaraan usaha kepariwisataan di Kota Bekasi.

Salon Sri Ratu ini pun dikeluhkan warga lantaran seringkali terlihat beberapa wanita berpakaian seksi yang selalu ada di dalam salon tersebut. Pada malam hari kecurigaan warga makin bertambah apalagi terlihat tamu laki – laki yang kerap menunggu di salon tersebut.

“Kesannya salon itu menerima tamu laki – laki bukan untuk pijat saja,” kata SL warga sekitar saat ditemui awak media baru – baru ini.

Saat diminta konfirmasi oleh awak media soal keluhan warga dan diminta untuk menunjukan ijin usahanya, salah satu pengelolanya bernama Yani, mengelak jika salon dan pijat refleksinya sering didatangi tamu laki – laki meskipun awak media saat itu melihat langsung ada beberapa wanita berpakaian seksi tengah berada di dalam salon tersebut.

Yani pun tak bisa menunjukan dokumen ijin usaha dari Dinas Pariwisata sebagai bentuk jika usahanya itu resmi. “Bos saya sedang di Bali belum pulang, urusan soal perijinan itu urusan bos saya,”kelitnya.

Ia pun berdalih jika usahanya itu memang salon perawatan wajah wanita dan pijat refleksi saja. Tempat untuk pijatnya ada di lantai dua ruko tersebut. Namun kamar – kamar itu dibatasi papan triplek yang ditutup full ke atas dan pintunya hanya ditutupi kain korden.

“Disini kita sebenarnya salon, cuman saat kita sudah tutup, orang sering datang malam-malam minta tolong untuk creambath dan pijat, ya mungkin hal itu jadi anggapan masyarakat yang negatif, tapi kalau malam gak boleh ada pria masuk kok,” ucap Yani.

Baca juga :  Jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan Pasang Banner HUT TNI Ke - 72

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Teddy Hafni mengatakan akan segera melakukan sidak (inspeksi mendadak) terhadap Salon Sri Ratu yang berlokasi di Margahayu Bekasi Timur.

Sidak yang akan dilakukan Dinas Parbud ke Salon Sri Ratu sebagai bentuk tanggap atas infotmasi yamg diterima dari awak media dan melihat langsung atas dugaan jika salon itu belum mengantongi izin. “Apakah benar dan ada wanita berpakaian seksi sebagai pekerjanya,” ucap Teddy.

“Secepatnya kita akan turun ke lapangan dengan Kecamatan dan Satpol PP, kita akan lihat izinnya, kalau melanggar dan menyalahi aturan nanti tentu kita kenakan sanksi peringatan terlebih dahulu,” kata Teddy.

Menurut Teddy, usaha sebuah salon merangkap refleksi tidak boleh ada minuman bir. Selain itu, kamar juga harus terpisah, dan tidak boleh ada kamar mandi di dalam ruangannya.
“Pembatas kamar pijat refleksinya juga jangan ditutup full ke atas,” pungkasnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru